logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 PANTURA
Line

120 Balita di Tegal Terkena ISPA

TEGAL - Dari 150 anak berusia di bawah lima tahun (balita) di RW 06, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, 120 di antaranya menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Jumlah itu, diketahui dari pemeriksaan tim dokter pada kegiatan bakti sosial (baksos) di kelurahan tersebut, kemarin.

Menurut koordinator kegiatan yang bertema Peduli Balita, dokter gigi Sri Rezeki, jumlah yang tergolong besar tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cuaca dan virus.

"Pergantian musim seperti saat ini, memang memicu penyakit itu," ujar dia.

Di samping itu, kata dia, virus juga menyebabkan penularan yang cepat. Balita lain yang diperiksa dalam baksos yang diselenggarakan Rumah Sakit Umum (RSU) Kardinah tersebut, hampir dua puluh persen menderita diare atau gastro enteritis (GE).

Selain itu, terdapat satu balita penderita lumpuh layu bernama Fifiana Alfian, warga RT 07 RW 06. Bayi berumur tiga tahun enam bulan itu merupakan anak keempat pasangan Bambang Sutrisno (50) dan Rusminah (35).

Menurut Rusminah, anaknya menderita lumpuh layu sejak berumur 10 bulan. "Waktu itu, anak seharusnya sudah mulai bisa jalan. Tapi setelah berbulan-bulan berikutnya ditunggu, Fifi tetap tidak dapat berjalan," ujarnya.

Imuninasi Jelek

Menurut anggota tim, dokter Dian P, lumpuh layu yang diderita Fifi diduga karena status imunisasi yang jelek.

"Menurut kader posyandu RW 06, sebelumnya orang tua Fifi jarang membawa anak itu ke Posyandu," ujar dia.

Namun demikian, lanjut dia, timnya belum dapat memastikan penyebab penyakit Fifi. Karena itu, pihaknya memberikan rujukan agar pasien dapat dirawat di Rumah Sakit Kardinah. Sebab, kata dia, penyebab lumpuh layu lainnya di antaranya adalah polio, virus, maupun acute flaxid paralysis (AFP) atau kelumpuhan akut.

Sementara itu, Humas RSU Kardinah, Wiwin Agustianti, mengatakan, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Ke-60 RI itu bertujuan membaktikan kepada masyarakat supaya dapat mengerti pola pemberian gizi yang benar.

Karena, kata dia, di samping pemeriksaan dan pengobatan, pihaknya juga memberikan penyuluhan mengenai gizi dan pemberian makanan tambahan berupa susu dan sereal.

"Pelaksanaan program RSU itu digabungkan dengan kegiatan posyandu dan pemberian vitamin A," papar dia.

Kagiatan tersebut, dikatakan dia, melibatkan empat dokter dan lima perawat. "Seorang apoteker dengan dua asisten serta dua ahli gizi, juga ikut aktif ambil bagian," kata dia.

Mengenai Kelurahan Panggung yang dipilih, kata dia, karena kelurahan tersebut dinilai jumlah balita dari keluarga prasejahtera paling banyak dibanding kelurahan lain.(lei-52a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA