| Kamis, 11 Agustus 2005 | PANTURA |
Seni Tari Hampir Punah di Kalangan PelajarSEORANG siswa SMA terlihat sedang menampilkan Tari Rantoyo. Tari tersebut menurut penampilnya, Tegar Amar Karar, merupakan tari tradisional Jateng. Ketika membawakan tarian itu, siswa usia belasan tahun tersebut tampak luwes dengan sabetannya. Siswa Kelas 12 IPS 2 SMAN 1 Tegal itu tampil sebagai salah satu peserta lomba bakat dan kreativitas siswa. Lomba diselenggarakan di SMA Ikhsaniyah, baru-baru ini. Menurut seorang juri, Andri Hermawan, seni tari dinilai hampir punah di kalangan masyarakat Kota Tegal. Dia juga khawatir, Kota Tegal akan kalah bersaing di tingkat provinsi, apalagi tari-tarian tidak diajarkan di tingkat SMA. "Peserta kebanyakan belajar tari ketika SMP, dan hanya beberapa sekolah yang mengadakan ekstra kurikuler tari," ujar dia di sela-sela perlombaan. Menurut Kepala SMA Ikhsaniyah, M Yusqon MPd, selain seni tari, lomba bakat dan kreativitas siswa juga meliputi bidang lainnya, yakni seni musik dan peran. Kata dia, lomba diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan lomba bakat dan kreativitas tingkat Jateng pada 23 dan 24 Agustus 2005. "Lomba kali ini diikuti enam SMA, yang terdiri atas lima sekolah negeri dan satu sekolah swasta," ujar dia di sela-sela lomba. Keenam peserta tersebut, yakni SMAN 1 sampai 5 dan SMA Ikhsaniyah. Tiap sekolah berhak mengirimkan tiga peserta, yang wajib mengikuti seleksi di tiga bidang tersebut," ujar Yusqon. Seperti peserta dari SMAN 1, Tegar, di samping menampilkan Tari Rantoyo, juga memainkan gitar pada saat giliran dia mengikuti seleksi seni musik. Bahkan, dia juga dituntut untuk bisa menampilkan peran yang diminta dewan juri pada kesempatan berikutnya. Begitu juga dengan siswa kelas 11-6 SMAN 3, Bungsu Ratnasari, yang terlihat sedang melantunkan lagu ''Ku Tak Bisa'' dari Slank yang diiringi permainan keyboard Elisa, siswa kelas 11 IPA 1 SMAN 4 akan mendapat giliran yang sama dengan peserta lain untuk menampilkan tari dan peran.(Siti Kholidah-19a) |