logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 PANTURA
Line

Tampil Pertama Langsung Juara

BESERAGAM biru putih dan topi di kepala, sinar mata Lintang tak henti berbinar-binar. Lesung pipinya makin menambah kecantikan remaja yang kini menginjak usia 14 tahun itu. "Maaf acak-acakan tadi baru latihan baris-berbaris," ujar pemilik nama Lintang Firgi Andila ketika ditemui di halaman sekolah, kemarin.

Senyumnya tak henti mengembang di wajah yang memerah terkena sengatan sinar matahari.

Mungkin orang tidak akan menyangka gadis imut asal Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes itu adalah juara III lomba rancang busana muslim Dekranasda Kabupaten Brebes.

Bagaimana putri sulung dari pasangan Afifudin Wery-Siti Mugiyati Lintang itu menapaki kiprah di dunia model?

"Saya banyak dibantu Ibu Camat," ucap dia merendah. Ceritanya berawal dari perjumpaannya dengan Ketua Penggerak PKK Kecamatan Bumiayu Ny Maliha Hudiyono. Maliha tertarik menampilkan Lintang sebagai model busana hasil rancangannya.

Bakat model yang sudah terasah sejak kanak-kanak tidak banyak membuat Lintang kesulitan. Alhasil, hanya berbekal latihan saat geladi bersih pada Selasa (2/8), Lintang tampil membawakan busana batik muslim hasil rancangan Ny Maliha. Ketika itu, dia naik panggung bersama seniornya, Suci Sukmawati.

Dewi keberuntungan rupanya menaungi gadis berbintang Cancer itu. Penampilan pertamanya di pentas model daerah langsung menempatkan dia menjadi juara. Bersama perancangnya, Ny Maliha, dia menerima penghargaan juara III dari dewan juri.

Selain penghargaan di bidang model, Lintang juga pernah meraih prestasi di bidang lain, yaitu juara II lomba tari kontemporer di Bumiayu serta sejumlah penghargaan lain di bidang seni dan olahraga.

Sebagai ''bintang'' baru, pengagum model Okky Asokawati yang bercita-cita menjadi peragawati itu terbilang bersahaja. Meski di rumah tersedia mobil untuknya, dia lebih memilih berbaur dengan rekannya menumpang angkudes.

Kini, selain aktif mengikuti berbagai perlombaan, penggemar ayam bakar itu juga aktif di berbagai kegiatan ektrakulikuler sekolah, antara lain seni tari, drumben, dan olah vokal. "Saya juga suka bidang jurnalistik," ucapnya sambil menyebutkan sejumlah judul karya fiksi yang dia buat. Sebagian karya itu dikirimkan ke sahabatnya. Ada pula yang dia kirimkan ke media massa atau sekedar ditempelkan di majalah dinding sekolah. (Suwandono-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA