logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Partai Terakhir di Kandang Jadi Beban

SEMARANG-Hasil seri 1-1 yang ditorehkan PSIS saat menjamu Persita Tangerang pada pertandingan kandang terakhir sangat menyesakkan dada pemain, pelatih dan manajemen tim. Babak delapan besar yang sudah di depan mata untuk sementara sedikit menjauh. Namun, bukan berarti peluang Emmanuel de Porras dan kawan-kawan tertutup. Tiga pertandingan tandang terakhir masih bisa dimaksimalkan untuk meraih poin.

"Pemain tidak boleh sedih, harus optimistis. Masih ada peluang masuk delapan besar," tegas pelatih Bambang Nurdiansyah.

Dia mengakui, anak-anak asuhannya menguasai jalannya permainan. Bahkan, banyak peluang emas dimiliki Emmanuel de Porras dan kawan-kawan. Namun, hanya satu yang bisa dijadikan gol.

Faktor kelelahan dinilai sebagai salah satu penyebabnya. Para pemain kurang tenang saat berada di kotak penalti. Selain itu, Dewi Fortuna juga belum memihak pasukan Mahesa Jenar.

"Pertandingan terakhir di kandang ini sepertinya membuat anak-anak terbebani, mengingat mereka dituntut menang. Meski hanya bisa meraih satu poin, kami tetap menghargai perjuangan para pemain," ungkap mantan pelatih timnas U-21 ini, dengan raut muka yang sedih.

Permainan tim tamu dinilainya biasa saja. Hanya, anak-anak asuhan Solichin itu mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi gol. "Mereka lebih fresh karena baru bertanding sekali lawan PSS setelah istirahat cukup lama. Sedangkan kami, dalam 21 hari harus main 6 kali. Wajar jika para pemain kelelahan," tuturnya.

Peluang

Atas hasil seri tersebut, Manajer Tim Yoyok Sukawi tidak bisa berkomentar banyak. Putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu lebih banyak diam di dalam ruang ganti pemain. Baru, setelah memberi pengarahan kepada pemain dan keluar dari ruang ganti, dia mau memberikan komentarnya.

Menurut dia, hasil seri tersebut belum menutup peluang PSIS untuk masuk delapan besar. Masih ada tiga pertandingan tandang yang harus dijalani. Selain itu, timnnya juga masih punya "tabungan" dari pertandingan lawan PSPS Pekanbaru yang keputusannya masih mengambang.

"Saya yakin kami masih bisa lolos ke babak delapan besar. Selain ditentukan tiga pertandingan tandang terakhir, juga tergantung Persekabpas dan Persib. Jika kami berhasil menahan Persekabpas nanti, peluang lolos semakin besar," tandasnya.

Setelah timnya berhasil memetik poin dengan bermain imbang 1-1 di kandang lawan, arsitek Persita H Solichin terlihat senang. Begitu bunyi peluit panjang tanda pertandingan berakhir, dia langsung menuju ke lapangan bersama ofisial lain mengelu-elukan Ilham Jayakesuma dkk.

Solihin menyatakan, permainan yang ditampilkan anak-anak asuhnya sangat baik. Menurut dia, mereka mampu mengimbangi permainan yang diperagakan anak-anak Semarang.

Meski begitu, Solichin juga tak luput memberikan pujian atas permainan Emmanuel de Porras dkk. "PSIS juga tampil bagus. Materi mereka merata dari depan hingga belakang. Pemain asing yang dimilikinya memberikan kontribusi yang baik bagi keseluruhan permainan yang ditampilkan," katanya.

Janjinya untuk tidak memainkan negative football ditepati. Meski bertindak sebagai tamu, "Pendekar Cisadane" yang dimotori Gustavo Hernan Ortiz tidak bertahan total. Malahan, serangan mereka mampu merepotkan lini belakang lawannya.

Menurut dia, yang paling banyak mendapat poin dalam kompetisi adalah kesebelasan yang paling banyak menyerang. (H13,aim-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA