| Kamis, 11 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Kemenangan Tiba Menjelang BubaranJEPARA-Gol tunggal yang dicetak Phaitoon Tiabma pada menit ke-86 membawa kemenangan Persijap Jepara atas tamunya Pelita Krakatau Steel Cilegon dalam pertandingan Liga Djarum Indonesia di Stadion Kamal Djunaidi, sore kemarin. Gol pemain asal Thailand tersebut selain membuka peluang bagi Laskar Kalinyamat untuk tetap bertahan di Divisi Utama, juga menjadi penyejuk bagi ribuan fans yang "memanas". Prediksi asisten pelatih Pelita KS Mundari Karya bahwa partai tersebut akan menekan psikis tim tuan rumah terbukti. Selama 90 menit pertandingan, Ebanda Ebanda Timothee dkk hanya memiliki tiga peluang. Dua di antaranya tercipta di babak pertama melalui kaki Jemi Suparno, sementara satu peluang yang berbuah gol lahir empat menit menjelang bubaran. Penantian gol kemenangan hingga menit-menit akhir pertandingan tersebut menjadikan atmosfer stadion memanas. Tepuk tangan dukungan dari fans kepada para pemain tuan rumah pada awal-awal pertandingan, perlahan namun pasti berubah menjadi cacian dan cemoohan. Mereka kecewa melihat buruknya penampilan timnya. Tak urung kapten tim Ebanda berikut pelatih Rudy William Keeltjes menjadi sasaran cacian dari fans yang ada di tribune timur, utara, dan barat. Di tribune timur, fans mulai membakar kertas-kertas dan meledakkan petasan. Cerah Muka-muka merah padam terpancar dari para pemain cadangan Persijap, pengurus, dan ofisial tim. Mereka seperti larut dan mulai terbayang pertandingan akan berakhir seri tanpa gol, atau bahkan kalah. Suasana itu seakan mengisyaratkan emosi publik bola Jepara yang sangat tertekan. Petugas pun mulai berdiri berjaga-jaga mengantisipasi kemungkinan terjadi tindak kerusuhan. "Penalti, penalti, penalti," demikian teriak fans di tribune barat, berharap wasit Jimmy Napitupulu memberikan "kemurahan". Namun wasit asal Jakarta itu sedikit pun tak terpengaruh dan tetap pada profesionalismenya. Di tengah kebuntuan yang menguras emosi itu, Jemi membangun serangan dari lini tengah menusuk daerah kotak penalti lawan. Meski mendapat pengawalan ketat, ia masih mampu memberikan umpan bola pendek kepada Ebanda untuk diteruskan kepada Phaitoon yang menusuk dari rusuk kiri. Phaitoon sukses melesakkan tendangan bola datar ke gawang hingga berbuah gol. Seluruh pemain langsung bersujud menyambut gol itu. Di bangku ofisial, wajah-wajah kusut menjadi cerah bersemangat. Cacian dan cemoohan fans berbalik menjadi yel-yel motivasi dan dukungan. Mereka yang dikhawatirkan akan bertindak anarkhis dan mengundang penjagaan para petugas kepolisian, justru menjadi penjaga-penjaga baru. Namun sebentar kemudian, mereka kembali tegang karena pertandingan masih empat menit. Namun begitu Jimmy Napitupulu meniup peluit panjang dan kedudukan tetap 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah, ribuan fans langsung memburu satu persatu pemain Persijap. Phaitoon menjadi pemain yang paling diburu, sebelum kemudian dipanggul menuju pinggir lapangan. (H15,kar-22) |