| Kamis, 11 Agustus 2005 | OLAHRAGA |
Candra/Sigit Berupaya Ulang Sukses 1997JAKARTA - Pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarto menggunakan momentum kejuaraan dunia bulu tangkis di Anaheim, Amerika Serikat ,15-21 Agustus yang akan datang, sebagai upaya mengulang keberhasilan mereka pada 1997. ''Mengulang prestasi menjadi juara merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dan Sigit,'' ujar Candra sehari sebelum bertolak ke Amerika, Rabu. Candra/Sigit menjuarai kejuaraan dunia 1997 di Glasgow, Skotlandia, setelah mengalahkan pasangan Malaysia Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock 8-15, 18-17, 15-7. Pasangan tersebut kemudian berpisah setelah gagal menjuarai Kejuaraan Dunia 2003 sesudah dikalahkan pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen di final. Keyakinan dapat mencatat keberhasilan tersebut tidak berlebihan jika melihat prestasi yang mereka raih setelah kembali bersatu akhir tahun lalu sesudah tidak mampu membuat prestasi yang memuaskan selama berpasangan dengan pemain lain. Mereka menjuarai turnamen pertama yang mereka ikuti pada China Terbuka 2004. Candra/Sigit yang memulai sebagai pasangan berperingkat jauh di bawah telah berhasil membukukan kemenangan di Swiss, Singapura dan Malaysia Terbuka 2005 serta menjadi finalis pada Korea dan Jepang Terbuka 2005 hingga melejit ke peringkat dua dunia saat ini. ''Yakin. Jika melihat prestasi yang sudah diraih kemarin, kami sudah lebih kaya pengalaman, ditambah prestasi, saya kira berpeluang untuk meraih gelar apa pun,'' kata Candra. Sebagai unggulan kedua, pasangan tersebut kemungkinan bertemu pasangan yang mengalahkan mereka di final Kejuaraan Dunia 2003, Lars Paaske/Jonas Rasmussen, pada perempatfinal. ''Bukan membalas, tetapi saya menganggap kesempatan ini sebagai suatu kehormatan sehingga tidak ingin menyia-nyiakannya,'' kata Candra yang menganggap unggulan kelima itu lawan terberatnya. Luluk/Alven Sementara itu, pasangan peringkat empat dunia Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto pun mempunyai kepercayaan diri mampu menorehkan prestasi pada turnamen tersebut. ''Kalau melihat dari drawing (undian), rasanya kami mendapat undian yang tidak aneh-aneh. Artinya tidak bertemu pemain-pemain unggulan di babak-babak awal. Kalau melihat itu rasanya lebih percaya diri,'' ujar Alven. Mendapat bye pada putaran pertama, Luluk/Alven baru berpeluang menghadapi pasangan unggulan pada putaran ketiga dengan unggulan 14 Tan Bin Shen/Ong Soon Hock. Meski demikian, Alven menilai lawan yang harus diwaspadai adalah pasangan Korea unggulan ketujuh Lee Jae-jin/Jung Jae-sung yang kemungkinan dihadapi pada perempatfinal. ''Hingga saat ini, skor pertemuan kami 1-1,'' kata Alven yang bersama Luluk memenangi pertemuan dengan pasangan tersebut pada All England 2005 secara rubber-set, sementara itu pasangan Korea tersebut menang dua set langsung pada Korea Terbuka 2005.(ant-28v) |