logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Terjun dari Tribun 4 Meter Pelatih Korea Retak Tulang

SEMARANG - Gara-gara nekat meloncat dari atas tribun, pelatih Korea Kim Chin-gu terpaksa harus dilarikan ke RS Telogorejo, akibat kedua kakinya mengalami cedera yang cukup serius. Dia nekat terjun setelah anak asuhannya, Kim Cheong-eui, menderita kalah 6-7(4), 1/6, 6-7(5), dari pemain Indonesia Nesa Arta pada hari kedua babak utama Turnamen Tenis Indonesia Mens Futures II, di Lapangan Trilomba Juang, kemarin.

Entah apa maksud pelatih, yang juga orang tua pemain Cheong-eui itu nekat terjun dari ketinggian sekitar empat meter di tribun utara tersebut. Tetapi yang jelas, perbuatan tersebut itu dilakukan setelah anaknya menderita kalah lewat pertarungan yang sangat ketat.

Kim unggul dulu 7-6 lewat tie break 4 pada set pertama, tetapi disamakan 1-1 oleh Nesa setelah menang telak 6-1 pada set kedua. Memasuki set ketiga, yang merupakan set penentuan, pertandingan kembali berjalan ketat dan terjadi lagi tie break untuk yang kedua kalinya, setelah kedudukan imbang 6-6.

Kim sempat memimpin 5-1, sehingga tinggal membutuhkan dua angka lagi untuk mengakhiri pertandingan. Tetapi yang terjadi tidak demikian, Nesa bisa membalikkan fakta, berhasil menyamakan skor 5-5, akhirnya Nesa bisa mengakhiri pertandingan dengan skor 7-5.

Rupanya, game terakhir inilah yang menyulut kemarahan orang tua Kim. Pukulan fore hand spin Nesa dianggap keluar, tetapi oleh wasit dianggap masuk dan game.

Posisi Kim Chin-gu sejak awal memang berdiri di atas pagar tribun utara tersebut, sambil memberi instruksi kepada anaknya. Gara-gara emosi yang tidak terkendali, akhirnya dia nekat terjun dari tribun.

Begitu menyentuh lantai, pelatih yang rambutnya sudah mulai memutih ini tidak bisa bergerak lagi dan terlihat mengerang kesakitan. Setelah dirawat beberapa lama, akhirnya dia dilarikan ke RS Telogorejo. Dugaan sementara, tulang kedua kakinya retak.

Fahmi Lolos

Sementara itu sampai Rabu kemarin, setelah memasuki hari kedua babak utama, kini tinggal empat pemain Indonesia yang masih bertahan sampai 16 besar, yaitu Nesa Arta, Suwandi, Prima Simpatiaji dan Yusmawan Fahmi.

Dari empat pemain yang lolos, perjalanan Fahmi yang pantas diacungi jempol. Berjuang dari babak kualifikasi, akhirnya mampu bertahan sampai masuk 16 besar babak utama.

Kemarin pemain yang pernah patah tulang kaki kanan itu membuat kejutan besar dengan mengalahkan Elbert Sie, semifinalis Mens Futures I di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, lewat kemenangan telak 6-1, 6-1.

''Sebelum cedera ingin cepat menyelesaikan pertandingan. Sekarang, setelah kaki saya patah, lebih banyak main sabar. Papa (dr Yuslam Samihardja-Red.) juga menjanjikan bonus Rp 5 juta, kalau saya bisa menang dengan Sie,'' aku alumnus Fak Ekonomi Undip itu, sambil mengaku baru kali pertama ketemu dengan Sie.

Sementara itu pemain Jateng lainnya, Prima Simpatiaji juga lolos 16 setelah menang mudah 6-2, 6-3 atas Ichiae Guilherme dari Brasil. Hari ini pemain asal Kota Tegal itu akan berhadapan dengan Kai Lung Cheng dari Taiwan. (C16-28v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA