logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Jangan Pertanyakan Nasionalisme Chrisjon

JAKARTA - Jangan meragukan dan mempertanyakan nasionalisme Chrisjon. Petinju asal Banjarnegara tersebut sudah menunjukkan rasa nasionalisme yang tinggi. Buktinya, dia tetap melilitkan bendera Merah Putih sesaat setelah mengalahkan Tommy Browne pada pertandingan di Australia, Minggu lalu.

Hal tersebut cukup menjadi jawaban bagi yang meragukan rasa kebangsaan juara dunia kelas bulu versi WBA tersebut. Hal ini ditegaskan Menpora Adhyaksa Dault saat menerima Chrisjon di kantornya, kemarin sore.

''Semangat kebangsaan kita lahir lagi melalui Chrisjon. Rasa kebangsaan Chrisjon sudah jelas. Justru yang bertanya-tanya rasa kebangsaan Chrisjon itu adalah orang-orang yang tidak jelas,'' papar Menpora.

Menurut Menpora, sudah selayaknya segala kebutuhan Chrisjon untuk pengurusan visa tinggal di Australia dibantu oleh Pemerintah RI. Dia adalah aset bangsa yang mampu membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.

''Bung Chrisjon jangan khawatir. Kalau ada kesulitan visa langsung kontak saya. Saya akan berikan nomor sambungan langsung untuk Anda. Kita nanti bisa bicarakan langsung dengan Dubes Australia. Beliau sudah pernah berkunjung ke kantor ini. Jadi saya ada hubungan baik dengan Dubes Australia,'' ungkap Adhyaksa Dault sambil meminta agar Chrisjon mempunyai pukulan mematikan.

Menpora juga meminta agar semua pihak membantu iklim yang positif untuk Chrisjon. Demikian pula halnya dengan para wartawan. Pemberitaan harus mengarah pada sisi yang positif. ''Kemenangan Chrisjon juga dibicarakan pada tingkat pejabat negara. Saat sidang kabinet juga membicarakan kemenangan Chrisjon. Artinya, pemerintah memberi perhatian padanya,'' ungkapnya.

Menpora berkeinginan mempertemukan Chrisjon dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Oktober mendatang. Sayangnya, Chrisjon tidak berada di Indonesia pada waktu yang direncanakan tersebut. Petinju asal Sasana Harry's Gym tersebut mungkin berada di Australia atau Amerika Serikat.

Cinta Indonesia

Dalam pada itu, Chrisjon membantah akan tinggal permanen selama setahun di Australia. Dirinya akan terus pulang pergi Australia ke Jakarta dan sebaliknya. Hal ini tergantung dari program latihan yang telah disusun Graig Christian.

''Saya juga tidak pernah berpikir pindah kewarganegaraan. Saya sangat cinta Indonesia. Saya sangat menyayangkan pemberitaan yang menanyakan rasa nasionalisme saya. Kecintaan saya pada Indonesia tidak bisa diragukan lagi,'' tandas Chrisjon.

Chrisjon saat ini berada di Semarang. Program tinggal di Semarang akan berkisar antara satu sampai tiga minggu. Tujuan utamanya adalah menunggu kelahiran anak pertamanya.(D3-28v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA