logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 SALA
Line

Upaya Pencegahan Penyebaran Virus HIV/AIDS

Sejumlah Lokalisasi dan Panti Pijat Dioperasi

SRAGEN - Beberapa lokasi yang dimungkinkan berpotensi menjadi tempat penyebaran virus HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular lain di wilayah Kabupaten Sragen, baru-baru ini dioperasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Tempat-tempat tersebut di antaranya adalah lokalisasi, panti pijat, dan lembaga pemasyarakatan (LP).

Menurut penuturan Kepala Dinkes Kabupaten Sragen dokter Joko Irnugroho, operasi itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular yang lainnya.

"Kegiatan operasi yang rutin kami lakukan setahun sekali ini kami sebut dengan Zero Survey," papar dia, ketika ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dia juga menjelaskan, Zero Survey adalah upaya pencegahan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular lain dengan melakukan pendeteksian dini terhadap komunitas-komunitas yang dimungkinkan memiliki risiko tertular (rester). Komunitas itu di antaranya di lokalisasi, panti pijat, dan LP.

"Caranya dengan mengambil sampel darah, kemudian dideteksi tentang kemungkinan adanya penyakit. Jadi, dalam hal ini kami hanya melakukan pendektesian. Bukan berarti terus yang kami periksa itu mengidap penyakit tersebut," papar dia, didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, dokter gigi SW Saptorini.

199 Orang

Menurut penuturan SW Saptorini, dalam operasi yang dilaksanakan selama empat hari tersebut mereka telah mengambil sampel darah 199 orang. Jumlah itu di dapat dari tujuh puskesmas yang ada enam kecamatan. Di antaranya Kecamatan Kota Sragen, Sidoharjo, Sumberlawang, Sambirejo, Sambungmacan, dan Kedawung.

"Dalam melakukan operasi kami juga tidak sendirian. Kami melibatkan Polres, Kodim, kecamatan, dan aparat desa. Operasinya juga kami lakukan dengan mendadak karena kalau diberi tahu dulu bisa-bisa malah yang bersangkutan tidak mau atau malah menghindar," paparnya.

Selanjutanya, kata dia, sampel darah itu dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Dari sana akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel-sampel darah tersebut, sebelum kemudian hasilnya dikirimkan kembali ke Dinkes Sragen.

"Jadi kalau ditanya bagaimana hasilnya, kami masih belum bisa mengatakannya karena masih harus menunggu hasil pemeriksaan dari balai tersebut."

Ditanya bagaimana jika hasilnya kelak ada yang positif terkena virus HIV/AIDS atau penyakit kelamin menular lain? Dia menjawab, Dinkes akan melakukan upaya penanganan secepatnya. Misalnya dengan memberi tahu puskesmas yang bersangkutan untuk segera menangani secara langsung.

"Sebab, dalam melakukan pemerikasaan kami hanya menggunakan nomor (bukan nama), maka kalau ada yang positif terkena, nomornya akan segera kami beritahukan kepada puskesmas terkait. Dari sana, di harapkan akan segera ada tindakan lebih lanjut secara langsung dengan memberikan obatnya." (G19-16n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA