logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 SALA
Line

Herregistrasi Mahasiswa UNS Ricuh

  • Saling Dorong, Pembatas Putus

KENTINGAN - Kericuhan terjadi pada herregistrasi atau daftar ulang bagi mahasiswa UNS Solo yang akan memasuki semester ganjil 2005 di Student Center (SC) Kampus Kentingan, kemarin.

Sebab, hanya ada delapan meja layanan yang dibuka pada pola baru daftar ulang yang untuk pertama kali dilaksanakan di SC tersebut. Padahal, mahasiswa yang antre mencapai seribu orang.

Begitu layanan dibuka, mahasiswa berjubel mendekati meja petugas bank yang menerima pembayaran SPP di lokasi itu. Mereka berdesak-desakan dalam antrean yang panjang dan hanya dibatasi dengan tali plastik. Sekitar pukul 08.30, antrean semakin menumpuk. Diduga, para pengantre di bagian belakang mulai kesal dengan lamanya waktu menunggu. Teriakan-teriakan ketidakpuasan pun terlontar dan bersahutan, dilanjutkan aksi saling dorong.

"Suasana menjadi ribut karena mahasiswa yang antre saling dorong. Tali penyekat antrean pun sampai putus," kata salah seorang satpam yang berjaga-jaga.

Pembantu Rektor (PR) III UNS Drs Totok Sarsito SU MA yang ketika itu dalam perjalanan dari rumahnya menuju kampus, segera merapat ke SC setelah mendapat informasi lewat telepon dari salah seorang mahasiswa atas adanya keributan tersebut. Pengajar FISIP itu langsung turun bersama Komandan Satpam UNS, Sutimin, untuk mengendalikan situasi. Tak ada korban luka-luka serius pada insiden itu.

"Saya minta para mahasiswa dapat tertib kembali. Jangan buat kekacauan yang justru akan merugikan kita semua," kata Totok.

Begitu suasana terkendali langsung dilakukan pembicaraan mendadak di tempat itu juga antara Totok, beberapa petugas Bank BNI yang melayani pembayaran SPP, beberapa petugas bagian administrasi kampus, dan jajaran satpam. Keputusannya langsung diumumkan, yakni herregistrasi bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, FISIP, serta Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) dialihkan ke fakultasnya masing-masing saat itu juga. Sementara mahasiswa FKIP, layanannya tetap di SC.

Sistem Baru

Beberapa mahasiswa menyayangkan kasus tersebut. Mereka menuding sistem baru herregistrasi yang dipusatkan di SC tersebut sebagai pemicu terjadinya kericuhan. Sebab, sekitar 13.000 mahasiswa lama akhirnya berkumpul di gedung dua lantai itu. Sementara itu, waktu untuk melakukan daftar ulang sangat terbatas yakni pada 3-10 Agustus, sebelum akhirnya ditambah hingga tanggal 12 Agustus atas hasil audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS dengan Rektor UNS Prof Dr dokter HM Syamsulhadi SpKJ, Senin (8/8).

"Sebenarnya BEM sudah mengingatkan kepada jajaran rektorat bahwa sistem herregistrasi terpusat ini bisa menimbulkan tumpukan mahasiswa yang sangat besar, sehingga menimbulkan potensi konflik," kata Presiden BEM, M Ikhlas Thamrin.

Mendagri BEM, Hendra Wahanu menambahkan, sebenarnya juga sudah ada kesepakatan lain saat BEM melakukan audiensi dengan Rektor, yakni layanan setiap hari yang semula ditutup pada pukul 13.00, akhirnya diundur menjadi pukul 15.00.(D11-42h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA