| Rabu, 10 Agustus 2005 | SALA |
Rektor Bakar "Koruptor"KENTINGAN - Rektor UNS Solo, Prof Dr dokter HM Syamsulhadi SpKJ, membakar boneka "koruptor" dalam demo bersama puluhan mahasiswa di boulevard kampus itu, kemarin. Seusai berorasi, orang nomor satu di UNS tersebut turut mengguyurkan bensin ke sebuah boneka berkerangka kayu dibalut jaket putih, bertopeng kertas, dan digantungi tulisan "Koruptor Kelas Hiu" di dadanya. Kemudian dengan menggunakan sepotong kayu yang ujungnya telah menyala, ahli kesehatan jiwa tersebut menyulut boneka itu, sebagai simbol pemberantasan korupsi di negeri ini. Yel-yel puluhan mahasiswa yang mengenakan jaket almamater warna hijau muda tersebut, juga ikut mengiringi aksi pembakaran itu. "Saya berada di belakang mahasiswa. Kalau anda melihat suatu dagelan politik, seolah-olah memberantas korupsi, tapi justru menyuburkan korupsi itu, sampaikan pada kami. Kami akan bergerak bersama-sama mahasiswa jika komisi-komisi pemberantasan korupsi yang ada tak bisa memenuhi harapan masyarakat," tandasnya saat berorasi. Demo yang dikoordinasi oleh pengurus BEM UNS Bayu Susanto dan Anis dimulai sekitar pukul 10.10. Sebuah spanduk besar berukuran sekitar 3 x 2 meter yang bagian atasnya ditulisi "Merdeka dari Korupsi, Koruptor Dilarang Masuk" dipampangkan di depan papan nama UNS, saat para mahasiswa itu mengawali aksinya. Sementara sejumlah poster juga dibentangkan di antaranya bertuliskan "Jauhkan RI dari Unsur-unsur Korupsi", "Koruptor Dilarang Hidup", "Korupsi Merajalela, Rakyat Sengsara", dan "Awas! Jangan Biarkan Pencuri Berdasi Beraksi di Negara Ini". "Semua bangsa akan goblok, akan runtuh, jika korupsi selalu merajalela di negara itu," teriak Bayu yang disambut yel-yel "gantung koruptor" dari para pendemo. Presiden BEM, M Ikhlas Thamrin mengemukakan, aksi antikorupsi itu merupakan demo seruan moral yang tepat dalam momentum memperingati HUT ke-60 Kemerdekaan RI. "Aksi ini juga sebagai kegiatan prapertemuan BEM se-Indonesia di UGM Yogyakarta 10-13 Agustus nanti," ujarnya. Bentuk Lembaga Di tengah-tengah berlangsungnya demo, sekitar pukul 10.30, Rektor turut turun ke jalan untuk bergabung dengan para mahasiswanya. Waktu orasi pun langsung diserahkan ke Prof Syamsulhadi. Pada orasinya, Rektor menyatakan bersimpati atas demo tersebut, karena searah dan setujuan dengan program UNS yang juga menyuarakan pemberantasan tindak korupsi. "Pagi tadi saya sudah minta Dekan Fakultas Hukum (Dr Adi Sulistyono SH MH-Red) agar bersama komponen yang ada, mengajak mahasiswa membentuk lembaga yang akan mengawal program-program pemerintah dalam memberantas korupsi," kata Rektor. Berbagai tindakan yang mengarah korupsi, lanjut Rektor, akan dikaji dan disikapi lembaga itu. Selanjutnya, dijadikan dasar untuk menekan pemerintah agar terus memberantas korupsi. Aksi berakhir sekitar pukul 11.30. (D11-42h) |