| Rabu, 10 Agustus 2005 | PANTURA |
Sudah Tak Layak, Pasar Bawang Akan DipindahBATANG - Pasar Bawang, Batang, tahun ini akan dipindah ke lokasi yang baru, yakni di Desa Candigugur. Bangunan Pasar Bawang merupakan peninggalan penjajah Belanda. Pasar itu menempati areal seluas 593 m2 dan ditempati oleh sekitar 600 pedagang. Jumlah tersebut sudah termasuk yang kini menggelar dasaran di tepi jalan raya. ''Setiap hari pasaran Pahing dan Wage, ratusan pedagang meluber hingga di pinggir jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi macet. Oleh sebab itu, tahun ini akan dipindah ke lokasi yang baru di Desa Candigugur,'' kata Kadipenda Kabupaten Batang, Bambang Hindrarso SH, kemarin. Selain berada di permukiman padat penduduk, lokasi pasar itu berada pada jalur transportasi vital Bawang-Sukorejo. Pertimbangan lain memindah Pasar Bawang karena sudah tidak mungkin lagi dikembangkan. ''Di sebelah utara dan timur merupakan perkampungan padat penduduk. Sementara di sebelah barat adalah sungai dan selatannya merupakan jalan raya. Karena itu, satu-satunya alternatif ya pindah lokasi. Sekarang ini lokasi baru sudah siap, kami rencanakan boyongan ke pasar baru setelah Idul Fitri, atau bulan November-Desember.'' Menurut Kasubdin Pendapatan Lain-lain, Drs Tulyono MSi, pembangunan Pasar Candigugur yang berdampingan dengan pasar sayur itu, perintisannya sudah dilakukan sejak tahun 2001. Mulai dari pembangunan los dan dilanjutkan dengan pembuatan kios yang dikerjakan oleh pihak ke tiga. ''Luas keseluruhan kompleks pasar 1.400 m2.'' Secara komprehensif, pemindahan pasar itu sudah didahului pembangunan terminal di lokasi baru. Hal tersebut akan memudahkan masyarakat yang akan berbelanja. Lokasi pasar baru di Candigugur dinilai sangat strategis, karena beberapa infra struktur pendukung sudah dibangun. Bambang menjelaskan, untuk kendaraan dari Sukorejo dan arah timur yang akan masuk pasar baru akan dilewatkan jalan tembus Desa Jlamprang. Sementara yang dari arah Limpung atau barat, masuk melalui jalan Desa Pengampon. ''Dengan demikian, jalan raya yang ada di depan pasar lama sekarang ini sebagai jalur transportasi ruas selatan. Sementara bekas pasar dibangun sebagai taman kota atau ruang publik Kecamatan Bawang,'' jelas Bambang. Pada perkembangan ke depan, Pasar Candigugur itu akan berkembang pesat, manakala rencana pemerintah Provinsi Jateng membangun jalan Bawang-Deles-Sigemplong-Kawah Sileri-Dieng (Kabupaten Banjarnegara) sepanjang 12 km. Hal itu diharapkan akan membuka akses wisatawan yang akan menuju ke kawasan objek wisata di Dataran Tinggi Dieng. ''Bawang akan maju pesat, karena arus penjualan sayur yang selama ini ke Pasar Batur akan beralih ke Pasar Candigugur. Selain itu, di sepanjang jalan mulai dari Bawang-Sigemplong akan tumbuh simpul-simpul ekonomi baru, misalnya pedagang buah, bunga atau sayuran yang masih asli dari kebun.'' Sisi lain, dengan pindahnya pasar nanti diharapkan mampu meningkatkan PAD. Sekarang ini, dari Pasar Bawang untuk tahun 2005 ditarget mampu menyetor ke kas daerah sebesar Rp 125.450.000. (ar-50d) |