| Rabu, 10 Agustus 2005 | PANTURA |
Buat SIM Baru Cuma Rp 75.000PEKALONGAN - Instruksi Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Chaerul Rasjid untuk memberantas berbagai macam praktik pungutan liar (pungli) di jajaran satuan lalu lintas ternyata mendapatkan sambutan serius di jajaran Polresta Pekalongan. Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Edy Suyanto melalui Kasatlantas AKP Sarjiman mendukung penuh langkah itu. Gebrakkan awal yang dia lakukan untuk membabat habis pungli adalah dengan mulai meminimalkan biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM). "Sesuai dengan aturan, biaya pembuatan SIM baru hanya Rp 75.000 dan perpanjangan Rp 60.000. Harga ini berlaku untuk semua jenis SIM," ungkapnya melalui Kaurminops Satlantas Iptu Joni Minarko. Meskipun demikian, dalam penerapan pihaknya akan memperketat pemberian SIM kepada masyarakat. Dalam arti, yang akan mendapatkan SIM adalah mereka yang benar-benar telah lulus ujian baik teori maupun praktik mengemudi. "Bila pemohon tidak lulus ujian dan menghendaki memiliki SIM maka mereka harus mengikuti ujian ulang sampai lulus." Joni mengungkapkan, jumlah pemohon SIM di wilayah Kota Batik tergolong relatif tinggi. Sebab, dalam satu hari pihaknya melayani 50-75 pemohon. Dengan jumlah tersebut agar tidak terjadi antrean atau keruwetan, pihaknya menerapkan sistem nomor urut sesuai dengan waktu kehadiran. Maksudnya, yang datang lebih awal didahulukan dalam proses pembuatan SIM. Sementara itu sebagai langkah antisipasi adanya calo, selain memasang papan imbauan di atas pintu masuk ruang pembuatan SIM agar masyarakat tidak memakai jasa calo dalam pembuatan SIM, juga menysosialisasikan secara langsung. "Dengan adanya tulisan yang terpasang itu dan sosialisasi langsung, masyarakat akan memahami dan mengikuti prosedur kepemilikan SIM sesuai dengan peraturan yang ada," tandasnya. Seorang pemohon SIM, Rastika (28), seusai melakukan ujian praktik mengemudi menyatakan senang dengan pelayanan petugas. Selain mudah dan tertib, biayanya tidak sebanyak jika menggunakan jasa calo. "Meski harus sedikit susah, hasilnya memuaskan. Ternyata tanpa calo pun saya mampu mengikuti ujian teori dan praktik secara baik dan lulus," ucapnya girang. (H17-50j) |