logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 PANTURA
Line

Kru Bus Disinyalir Edarkan Ganja

PEMALANG - Peredaran daun ganja kering di daerah Pemalang disinyalir dilakukan kalangan kru bus jurusan Pemalang-Jakarta. Sinyalemen itu ditindaklanjuti oleh Tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Pemalang dan telah berhasil menangkap seorang kernet dengan barang bukti 10 amplop kecil daun ganja atau seberat 20 gram.

Penyelidikan terhadap peredaran narkoba itu sudah dilakukan beberapa minggu terakhir ini. Senin lalu (8/9) pukul 20.00, petugas berpura-pura sebagai pembeli dan memesan sejumlah ganja kering.

Pancingan itu berhasil mendatangkan tersangka Sukisto (20), yang sehari-hari dikenal sebagai kernet PO Bus Dewisri jurusan Pemalang-Jakarta.

Pada saat itu, petugas yang berpura-pura sebagai pembeli dan tersangka Sukisto menyepakati bertemu di Alun-alun Pemalang depan LP.

Ketika itu tersangka hanya membawa dua amplop dengan berat sekitar 4 gram. Setelah mengetahui barang haram itu petugas langsung membekuk tersangka, sedangkan delapan amplop ganja lainnya disita di tempat lain.

Menurut pengakuan tersangka Sukisto, dia tertangkap polisi karena dijebak.

Dipaksa

Padahal, semula ketika mendapat pesanan ada orang yang mau membeli dia tidak mau. Tetapi, karena dipaksa akhirnya dia mau menemui di alun-alun yang ternyata adalah petugas.

"Waktu itu saya hanya membawa dua amplop, sedangkan lainnya saya sembunyikan. Barang itu saya beli dari seorang teman yang juga salah satu kru bus jurusan Pemalang-Jakarta," ujar tersangka, kemarin.

Sukito tidak mau menceritakan siapa saja rekan-rekannya yang terlibat penjualan barang haram itu, sebab jiwanya bisa terancam. Dia mengenal rekan-rekannya yang punya ganja itu hanya di Terminal Bus Pemalang dan tidak tahu tempat tinggalnya. Nama mereka juga tidak tahu.

Sementara itu, Sukisto mendapatkan ganja dari teman sesama kernet berinisial M. Biasanya oleh M ganja dibeli di daerah Jakarta, kemudian dibawa ke Pemalang untuk dijual secara eceran dalam amplop kecil. Tersangka membeli 10 amplop dengan harga Rp 25.000/amplop. (sf-19h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA