| Rabu, 10 Agustus 2005 | PANTURA |
Dewan Penyantun UPS Prihatin Kemelut di YayasanTEGAL- Dewan Penyantun Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Bambang Sadono SY SH MH, kemarin menyatakan keprihatinannya, sehubungan munculnya kemelut yang menimpa Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP). Demi ketenangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan, dia berharap kemelut itu bisa diselesaikan dengan baik. Sebagaimana diberitakan di harian ini, Petrus Handoyo melapor ke polisi, karena merasa namanya dicemarkan atas pemuatan iklan di koran yang dipasang YPP. Petrus melaporkan dengan alasan namanya yang dicantumkan dalam iklan tersebut bukan sebagai pendiri yayasan. Atas laporan itu, polisi kemudian memanggil ketua dan sekretaris YPP, yakni Drs Amin Suwardjo dan Eddhie Praptono SH MH. Bambang Sadono, yang juga Ketua DPD Golkar Jateng kemarin datang ke YPP untuk menerima laporan perihal munculnya masalah tersebut. "Kami mengundang Pak Bambang karena UPS didirikan Golkar," kata Amin Suwardjo. Pandawa Lima Menurutnya, saat itu Golkar mendirikan lima perguruan tinggi swasta di Tegal, Purwokerto, Pekalongan, Magelang, dan Kudus. PTS itu kemudian populer disebut Pandawa Lima. Saat ini jumlah mahasiswa UPS sekitar 3.500, dan dalam penerimaan mahasiswa baru 2005 ini hingga kemarin sudah mendapat sekitar 400 calon mahasiswa. Menurut Bambang, kendati sesuai dengan sejarah bahwa UPS didirikan Golkar, pihaknya tidak terlalu mementingkan masalah kepemilikan. Sebab, yang jauh lebih penting justru segi kemanfaatannya. Lebih khusus lagi adalah soal gengsi daerah, karena di Kota Tegal berdiri PTS ternama. "Saya kira faktor ini yang harus dipertimbangkan semua pihak, ketimbang memilih ribut-ribut yang penyelesaiannya akan memakan waktu lama dan panjang. Sebab, bisa saja UPS nanti juga bergantian melaporkan tindakan Pak Petrus Handoyo," urai Bambang, yang juga anggota DPR RI itu. (aj-50s) |