logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 PANTURA
Line

"Aku Senang Dilihat Banyak Orang"

"AKU tak takut dilihat orang banyak. Sebaliknya aku malah senang karena aku memakai baju yang menarik," kata Aisyah (4) siswa TK Al Mahad Kota Pekalongan usai dirinya dinyatakan sebagai Bintang Pelajar Mentari 2005 untuk tingkat anak yang berlangsung di Sri Ratu Mega Centre, Minggu malam lalu.

Dalam acara tersebut, Aisyah didampingi oleh ibunya, Rosdi. Rosdi, wanita penduduk Jalan Cempaka tersebut, mengaku bahwa keberanian anaknya itu muncul karena keiinginannya menjadi model sangat besar. Awalnya dia senang jika melihat ada pentas model di Pekalongan, lama-lama dia menyukainya.

Bahkan, ketika ibunya mencegah agar tidak ikut lomba Bintang Pelajar Mentari 2005 itu, murid TK Al Mahad tersebut menangis. Karena itu, ia langsung didaftarkan dan ternyata dalam penampilannya bocah itu berhasil menjadi prestasi tertinggi tingkat anak.

Ternyata dari empat kali ikut, baru kali ini mencapai prestasi puncak. Itu bisa terjadi, karena semangatnya besar, sehingga orang tuanya memanggil guru model untuk melatihnya.

Juara lainnya direbut Doni Suryono (16) kategori Bintang Fotogenik Mentari 2005. Pelajar kelas III SMA Negeri 1 Kota Pekalongan itu bukan hanya kali ini berhasil mencapai puncak.

Sebab, sudah beberapa kali, dia ikut dalam lomba model di Mega Centre dan selalu meraih sukses. Mengenai jumlah piala yang telah diraihnya, aku Doni, sudah mencapai belasan. "Aku tak bisa menjelaskan secara rinci," kata Doni.

Sering Sukses

Kemudian untuk Bintang Pelajar Mentari 2005 kategori remaja diraih oleh Mutiarawati (18) lulusan SMK Yapenda Kedungwuni, Pekalongan. Gadis yang beralamat di Jl Raya Kertijayan 323 Kabupaten Pekalongan itu, juga sering sukses setiap mengikuti lomba model. Namun dia tidak mau setiap ada lomba ikut, kecuali memilih yang cukup bergengsi. "Selama empat kali lomba, aku mampu meraih prestasi, meski bukan prestasi tertinggi. Hanya, kali ini, prestasiku meningkat dibanding sebelumnya," tutur Mutiarawati.Ketiga pemenang itu, satu persatu ditandu oleh empat lelaki kekar untuk berputar-putar ke ruangan Mega Centre. Dengan dihiasi seperti pakaian raja dan ratu, mereka menjadi perhatian penonton di pasar swalayan tersebut.

Dalam lomba Bintang Pelajar 2005 itu, menurut Ketua Panitia, Husein Pratikno, diikuti 62 peserta dengan rincian 14 anak, 18 praremaja, dan 30 remaja dari Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Selain memilih tiga bintang, Husein juga menyatakan, Andika Banu (18) mahasiswa Undip Semarang sebagai best of the best fotogenik tingkat remaja dan Rifqi Fatrul Ichsan best of the best fotogenik Mentari 2005 tingkat anak.Andika Banu mengaku baru terjun di dunia model itu mulai tahun ini. Dia sudah tiga kali mengikuti lomba di tiga kota, yakni Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan. Dari seluruh lomba tersebut, semuanya berhasil memperoleh prestasi membanggakan.

"Kami akan menggeluti dunia model ini. Sambil kuliah, kami akan mengembangkan bakat ini sampai puncak prestasi," kata lelaki putra dari pasangan Bambang Sindu dan Nurul Hidayah itu. Lain lagi dengan Rifqi. Anak siswa TK Al Irsyad Comal Pemalang itu sudah tiga kali ikut lomba model di Pekalongan, namun baru kali ini berhasil. Putra Hambali ST dan Ira Khaerani itu, awalnya hanya coba-coba karena senang saja, namun akhirnya berhasil juga.

Pengalaman itu, kata ibunya, Ira, dilakukan secara otodidak dan selanjutnya ikut menjadi siswa di Dimas Modeling Pekalongan. "Pengalaman ini jelas akan menambah semangat anak untuk berprestasi di masa depan," kata Ira. Selain mendapatkan piala, para bintang juga mendapatkan hadiah batik dari Aisyah yang beralamatkan di Jalan Cempaka 23 Pekalongan. (Trias Purwadi-17h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA