| Rabu, 10 Agustus 2005 | WACANA |
Surat PembacaKeindahan G PrahuPeringatan HUT Kemerdekaan hampir tiba, seluruh rakyat pasti ambil bagian. Tidak ketinggalan para aktivis pencinta alarn, penikmat alam dan pendaki gunung). Mereka pasti akan melakukan upacara di puncak-puncak gunung baik Merapi, Merbabu, Slamet, Lawu, Semeru. Sindoro dan Sumbing. Wahai penikmat alam di Kendal, kenapa tidak menggunakan keindahan alam di daerah kita yaitu Gunung Prahu, sebuah kekayaan alam yang masih terdapat hutan rimba. bermacam satwa, ada tumbuhan paku yang sampai membentuk terowongan, adelwaise juga ada. Juga ada satu jenis bunga langka, yaitu bunga kantong semar. Bunga ini akan menutup dengan dengan sendirinya jika ada benda yang masuk ke lubangnya. Jika kita mendalami sebuah hadits "hubbul waton minal iman'' yang artinya cinta Tanah Air adalah bagian dari iman, mengapa kita tidak mencintai Kendal atau Gunung Prahu ini ? Dharma Setyanto Tlagu Rt 1/Rw 5 Sukorejo, Kendal *** Penghematan Energi Inpres No 10 tahun 2005 tentang penghematan energi mari kita jadikan sebagai salah satu momentum Indonesia bangkit. Banyak masalah energi yang dapat diberhasilkan dari semangat gerakan ini. Semua elemen harus berperan melakukan bagiannya masing-masing. Pemerintah secepatnya melakukan langkah diversifikasi energi. Sudah saatnya energi matahari untuk kelistrikan maupun untuk mobil pribadi. Juga agar menemukan teknologi pemanfaatan batubara untuk rumah tangga yang mudah penggunaannya. Pemerintah juga lebih tegas menertiban penyelewengan BBM. Saya punya ide pemanfaatan limbah kayu untuk memasak yaitu serbuk gergajian dijadikan briket. Caranya: sediakan kaleng cat (bulat) diameter 20 cm, tinggi 20 cm, samping bawah kaleng (bukan dasar) dilubangi 3x4 cm. Masukkan botol sirup bulat panjang tepat di tengah kaleng, lalu isi serbuk gergajian yang kering. Padatkan dengan menghunjamkan batangan besi agar tercipta briket serbuk kayu sepadat mungkin. Tarik botolnya dan buat ruang udara antara lubang kaleng dengan ruang api di tengah kaleng. Sulut api dari lubang kaleng lalu letakkan di bawah tungku. Satu kaleng dapat untuk 3 masakan. Kaleng kecil menghasilkan api kecil dan kaleng besar menghasilkan api besar. Untuk memasilitasi informasi pemanfaatan limbah industri kayu, saya mengharapkan para pengusaha industri ini memberi informasi bila ada limbah serbuk kayu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah serbuk kayu ini barang kali dapat dijadikan lahan bisnis baru bagi masyarakat. Mari lakukan bagian kita masing-masing : berpikir positif, berjiwa besar, lakukan sekarang agar Indonesia tidak lagi menjadi bangsa yang selalu terlambat. Baginda Simanjuntak Pandanwangi Raya A 20 Semarang *** Produk Cokelat Delfi Saya Noor Ain Slamet (44) tinggal di Perum Pondok Randu Gede no 5 RT 4/RW 3 Pengkol Jepara, telah membeli coklat batangan kemasan 80 gram Delfi Fruit & Nut, Milik Chocolate.Tanggal kedaluwarsa September 2006 (09 06) dari toko "Saudara" Pasar Swalayan Jl Veteran 14, Jepara (kopi pembelian terlampir). Setelah kemasan dibuka dan digigit ternyata terdapat sejumlah ulat/ belatung keluar dari coklat batangan tersebut. Dengan kejadian ini saya kecewa atas kualitas produk tersebut yang mestinya bermutu baik sesuai dengan iklan dan promosinya. Masa berlaku s.d bulan September 2006 namun ternyata sudah tidak layak dikonsumsi. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan mohon menejemen PT Ceres Bandung/distributor Jateng meneliti kembali. Bila perlu menarik produk sejenis yang telah beredar serta menata ulang sistem distribusi dan penyimpanannya. Kepada Disperindag Jepara serta pihak yang berwenang mohon melakukan tindakan. Noor Ain Slamet *** Sekolah Gratis Tanggapan masyarakat baik yang kaya apalagi miskin, sangat gembira. Mereka tampak terheran, ragu dan senang ketika seorang kepala sekolah yang baru saja membuka rekening di bank untuk pencairan dana BOS (biaya operasional sekolah) mengatakan, bahwa SD gratis BP-3. Ucapan yang keluar dari orang yang dibilang kaya itu adalah syukur yang dialamatkan pada yang miskin, karena beban biaya sekolah bakal berakhir. Sedangkan yang miskin terharu, hanya desahan napas lega. Karenanya disayangkan tulisan Sdr Nuryanto di Surat Pembaca 13 Juli meragukan kebijakan pemerintah tersebut. Kapan si miskin jadi pejabat, bila masuk sekolah SLTP dihadang biaya pendaftaran, uang gedung, uang pakaian dan iuran BP-3 yang jumlahnya ratusan ribu rupiah? Pernahkah Sdr mendengar atau melihat siswa kelas VI ranking I di kelas tidak melanjutkan ke SLTP, lantaran miskin? Sekolah gratis adalah tidak berlebihan, bila kita membaca kesepakatan pendiri Republik ini yaitu pada Preambule UUD '45 alinea 4 dan pasal 31 UUD '45 ayat 1 dan 2 yang menyatakan; Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Masalah motivasi belajar, bukan karena murah-mahalnya biaya pendidikan, melainkan karena faktor bawaan (genetik) yang secara intrinksik dapat mempengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam belajarnya. Untuk ke depan, semoga pemerintah juga menggratiskan pendidikan setingkat SLTA. Maryanto Griya Sragi Indah 218 Pekalongan *** Mohon Bantuan Diknas Purbalingga Bpk Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, mohon penyelesaian permasalahan anak saya yang menjadi GTT di SMPN 3 Kemangkon yang sejak 16 Juli 2005 diberhentikan dengan alasan jam mengajarnya sudah tidak ada. Padahal dia bertugas sejak sekolah tersebut berdiri sampai sekarang dan sudah mendapatkan SK wiyata bakti dari bupati, Mohon agar dia masih bisa menjadi GTT di sekolah tersebut. Rasidin AMd Panican Rt 21/Rw 7 Kemangkon, Purbalingga *** Rakyat Jadi Korban Pilu hati ini mendengar anak balita meninggal karena menderita busung lapar di negeri yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras. Mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan makannya walau sekadar sumber karbohidrat akibat mahalnya biaya hidup. Belum lagi balita yang kekurangan gizi yang ternyata sangat besar. Di satu sisi, kita melihat banyak pejabat yang bergaya hidup mewah. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Kesenjangan ini akibat sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan negeri ini tidak mendistribusikan kekayaan itu pada warganya. Banyak kebijakan pemerintah selama ini lebih memihak kepentingan para kapitalis ketimbang rakyatnya sendiri. Akibatnya, lagi-lagi rakyat kecil jadi korban. Munculnya penyakit busung lapar dan sejumlah penyakit lain seperti polio, muntaber dan gizi buruk menunjukkan pemerintah gagal memenuhi kebutuhan dan hak dasar minimum (kesehatan). Kenapa sistem yang jelas kebobrokannya ini masih kita terapkan. Padahal telah ada sistem yang telah diturunkan oleh Allah yaitu syariat Islam. Sistem yang akan mampu mendatangkan kemaslahatan dan kehidupan yang baik bagi seluruh individu rakyat, Mengapa kita tidak mencobanya. Agustin Lisafitri Jl Tmn Srirejeki Tmr II/9, Semarang *** Tertawalah ... Jika seandainya kini Anda dililit utang, ditinggal pacar, baru saja kehilangan pekerjaan, rumah tergenang rob, wadhuuh jangan diperparah dengan meratap dan murung berminggu-minggu hingga wajah berkerut-merut seperti jeruk purut. Tertawalah, maka Anda akan tetap sehat. Tertawa adalah obat paling mujarab untuk sakit batiniah. Tertawa akan mengaktifkan zat endorphin dalam otak yang akan merangsang kegembiraan alamiah, memompa pernapasan layaknya sedang berolahraga. Hal ini akan mengendurkan ketegangan, hingga akan merasa santai, senang dan orang lain pun senang. Hidup memang serius tapi tak seharusnya terlalu serius hingga berlama-lama menikmati kesedihan. Seharusnya kita belajar pada anak-anak yang bisa tertawa kapan saja dengan polos dan riang. Tak seharusnya orang dewasa membatasi spontanitas anak-anak dengan larangan seperti: "Jangan cekikikan di meja makan". Atau "Jangan cengengesan di depan orang tua". Percayalah bebas tertawa tidak akan membuat anak durhaka kepada orang tua. Maka, tertawalah bila BBM sulit didapat. Tertawalah ketika hanya penjudi kelas teri yang berhasil diciduk. Tertawalah, manakala anggota DPR minta kenaikan gaji. Tertawalah bila para koruptor wahid sedang tertawa terbahak-bahak di negeri tetangga. Indra Ari Bakalrejo Rt 5/Rw I Guntur, Demak |