logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 KEDU & DIY
Line

PT Dewi Sri Sejati Kirim Sanggahan

  • Lelang Jl Abu Bakar Ali

YOGYAKARTA - Direktur PT Dewi Sri Sejati, Alim Subyantara yang merasa dipermainkan dan dikecewakan dalam proyek lelang Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta senilai Rp 2,5 miliar, akhirnya secara resmi menunjuk Triyandi Mulkan SH MM sebagai penasihat hukum untuk mengajukan gugatan ke PTUN.

''Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kami menunjuk Pak Andi sebagai penasihat hukum kami,'' kata Alim Subyantara kepada Suara Merdeka usai bertemu dengan Triyandi Mulkan di kantor Lembaga Pembela Hukum (LPH) Jalan Pakuningratan, Yogyakarta.

Triyandi Mulkan sendiri ketika dikonfirmasi, membenarkan kalau PT Dewi Sri Sejati dalam hal ini Alim Subyantara Widodo menyerahkan kuasa kepada dirinya. "Bahkan, surat kuasa itu sudah ada pada kami,'' jelas Triyandi Mulkan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/8).

Langkah ini terpaksa diambil PT Dewi Sri Sejati yang merasa dikecewakan dan dipermainkan dalam lelang proyek Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta. ''Bukan masalah nilai proyek, tetapi kami hanya ingin tahu apakah lelang itu sudah berjalan sesuai dengan prosedur.''

Seperti diketahui, dalam proyek lelang Jalan Abu Bakar Ali, PT Dewi Sri Sejati sebagai pemenang nomor satu mengajukan penawaran Rp 1.999.031.000. Sementara itu, pemenang nomor dua PT Alimdo Ampuh Abadi mengajukan penawaran Rp 2.187.115.000 dan pemenang nomor tiga PT Pertiwi Persada mengajukan penawaran Rp 2.316.414.800.

Namun kenyataannya, PT Pertiwi Persada yang justru dimenangkan. Dengan demikian, Pemkot Yogyakarta dirugikan Rp 300 juta lebih. ''Bukan masalah besar kecilnya nilai proyek tetapi apakah cara itu sudah benar,'' tambah Alim.

Bahkan, Selasa (9/8), PT Dewi Sri Sejati sudah mengajukan surat penyanggahan ke panitia lelang, dalam hal ini Kantor Dinas Prasarana Kota Yogyakarta. ''Kami baru saja memasukkan surat sanggahan kepada panitia lelang,'' jelas Erny dari PT Dewi Sri Sejati.

Surat Sanggahan

Ketika dimintai konfirmasi, Ketua Panitia Lelang Silistyanto membenarkan, pihaknya sudah menerima surat sanggahan dari PT Dewi Sri Sejati.

Bahkan surat itu sekarang sudah berada di Kepala Dinas. ''Surat itu sudah diterima staf kami, setelah itu diteruskan kepada Kepala Dinas,'' tandasnya.

Namun ketika ditanya mengenai surat sanggahan tersebut, dia tidak bisa menjelaskannya. ''Maaf, itu bukan wewenang kami. Namun yang jelas, surat itu sekarang berada di atasan kami,'' katanya.

Korupsi

Sementara itu Beta Ardy Kurniawan, Humas LPH Yogyakarta menilai lelang proyek lanjutan Jalan Abu Bakar Ali senilai Rp 2,5 miliar yang dimenangkan perusahaan dengan penawaran tertinggi, yaitu Rp 2.316.414.800 atau selisih Rp 317 juta itu berpotensi merugikan keuangan negara.

Karena itu, harga penawaran Rp 2.316.414.800 jika dikurangi Rp 1.999.031.000 akan menghasilkan selisih Rp 317.383.800 yang bisa merugikan keuangan negara.

Dengan demikian, permasalahan lelang proyek lanjutan Jalan Abu Bakar Ali itu sudah termasuk kategori tindak korupsi.

Jika melihat pertimbangan itu, aparat penegak hukum sudah seharusnya menindaklanjuti masalah lelang proyek lanjutan Jalan Abu Bakar Ali. Ada apa dengan proyek jalan itu? Karena itu, LPH Yogyakarta merasa perlu mempertanyakan kejanggalan tersebut. (sgt-36m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA