logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Main Game 50 Jam, Tewas

SEOUL - Bermain game tak hanya mengasyikkan, tetapi juga mematikan. Lantaran keasyikan main game online selama 50 jam tanpa henti, seorang pemuda Korea Selatan meninggal terkena serangan jantung. Pemuda naas itu bernama Lee dan berusia 28 tahun. Lee memainkan simulasi perang di sebuah warung internet di Kota Taegu, Korsel bagian tenggara.

Pemuda itu memulai permainan itu sejak 3 Agustus lalu. Dia hanya meninggalkan komputer untuk pergi ke toilet atau beristirahat sebentar di kasur tipisnya. Dia baru menyelesaikan permainan itu tiga hari kemudian.

''Kami menduga penyebab kematiannya adalah serangan jantung yang disebabkan oleh kelelahan,'' kata seorang polisi Taegu melalui telepon. Menurut laporan harian JoongAng Ilbo, Lee berhenti kerja untuk bisa leluasa bermain di dunia maya tersebut. Beberapa rekan dan karyawan warnet juga membenarkan sikap ngotot Lee untuk menyelesaikan permainan perang-perangan itu.

Pemuda itu telah berhari-hari tidak pulang ke rumah. Ibunya khawatir dan menyuruh teman Lee mengajaknya pulang. Lee mengatakan akan pulang setelah menyelesaikan permainan tersebut. Namun, dia meninggal beberapa menit setelah itu.(rtr-ben-25)

Pencuri Raup Rp 652,8 M

RIO DE JANEIRO - Gila-gilaan benar kawanan pencuri ini. Gerombolan ini menggali terowongan menuju sebuah bank di Brasil baratlaut dan meraup uang senilai 68 juta dolar (Rp 652,8 miliar). Inilah pencurian terbesar yang pernah terjadi di negeri itu.

''Seperti dalam adegan film saja. Mereka menggali terowongan menembus dua blok di bawah tanah. Penggalian itu memakan waktu tiga bulan,'' kata anggota reserse Francisco Queiroga.

Kawanan itu berhasil masuk ke dalam sebuah bank di Kota Ceara saat akhir pekan. Dengan mudah, mereka meraup uang senilai 156 juta real (Rp 652,8 miliar). Pencurian ini tidak diketahui sampai Senin karena bank tutup selama akhir pekan. ''Terowongan itu digali menuju lokasi tepat di bawah tempat penyimpanan uang,'' kata Queiroga said. ''Belum terjadi di Brasil pencurian uang sebanyak ini.''

Queiroga mengatakan, terowongan itu panjangnya 200 meter. Namun, keterangan polisi resmi polisi federal menyebutkan, panjang terowongan itu 80 meter. Terowongan itu diawali di sebuah rumah yang dikontrak oleh kawanan pencuri tersebut. Supaya tidak runtuh, terowongan itu diperkuat dengan kayu dan plastik. Penerangan listrik juga dipasang di dalam terowongan.

Pada ujung terowongan tepat di bawah gudang uang, kawanan pencuri melubangi lantai gudang. Pencuri rupanya sangat beruntung karena sensor gerak di dalam gudang sebetulnya dalam keadaan hidup.

Polisi federal juga mengatakan, inilah pencurian terbesar yang pernah terjadi di Brasil. Mereka menduga, kawanan itu terdiri atas enam sampai 10 orang.

Jumlah curian ini lebih banyak dari pencuri Inggris, Tonnie Biggs yang dikenal yang melarikan diri ke Brasil dan tinggal di negeri itu bertahun-tahun lamanya setelah mencuri. Dia dan 11 anggota kelompoknya merampok kereta angkut jurusan Glasgow-London pada 1963 dan meraup 2,6 juta poundsterling (sekitar 30 juta poundsterling pada kurs saat ini) atau senilai Rp 480 miliar.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA