logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Soal Ejaan pun Jadi Perselisihan di Jerman

BERLIN - Jerman yang dikenal mampu mengatasi persoalan ekonomi dan membuat berbagai terobosan teknologi ternyata tidak mampu menyepakati aturan untuk mengeja beberapa kata sederhana.

Sampai saat ini, warga Jerman masih memperdebatkan mana ejaan yang benar: "Schiffahrt" atau "Schifffahrt" (tiga huruf "f"). Namun mereka sepakat bahwa kata tersebut berarti pengapalan.

Perselisihan mengenai ejaan kata tersebut mencerminkan sulitnya perubahan dilakukan di Jerman. Seluruh (16) negara bagian Jerman telah menetapkan aturan untuk menyederhanakan ejaan kata di sekolah-sekolah sejak 1 Agustus lalu.

Namun dua negara bagian besar, Bavaria dan North-Rhine Westphalia, memutuskan untuk menggunakan cara pengejaan lama. Kedua negara bagian itu dipimpin oleh pemerintahan lokal yang berpandangan konservatif.

Negara Bagian Ulm dan Neu-Ulm (dua daerah di tepi Danube yang juga dikuasai kaum konservatif) tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai ejaan kata flub (sungai).

Ejaan baru tersebut sebenarnya telah dipraktekkan selama puluhan tahun di sejumlah negara bagian. Aturan pengejaan itu baru diumumkan pada 1998.

Namun, survei yang dilakukan awal Agustus lalu menunjukkan dua pertiga warga Jerman masih menggunakan sistem ejaan lama. Hanya seperlima warga Jerman mengubah kebiasaan mengeja kata.

Tolak Perubahan

Sejumlah pengamat mengatakan, ketidakmampuan Jerman untuk mengatasi persoalan ejaan itu menunjukkan sebagian besar warga tidak menginginkan perubahan.

Uwe Andersen, analis politik di Ruhr University (Bochum), menjelaskan ada beberapa alasan yang unik mengenai perdebatan ejaan kata tersebut.

"Orang bisa melihat hal ini sebagai isyarat betapa sulitnya melakukan perubahan di sini," kata dia.

Karena itu, Angela Merkel (pemimpin Partai Kristen Demokrat) harus memperhatikan persoalan-persoalan seperti ini apabila dia ingin menang dalam pemilu September mendatang.

Merkel digambarkan sebagai sosok yang berpandangan reformis, meskipun partainya dikenal berhaluan konservatif. Sejumlah jajak pendapat menyatakan, popularitasnya mengungguli Kanselir Gerhard Schroeder dari Partai Sosial Demokrat.

Sebagian besar kubu Merkel memang sepakat mengenai rencananya untuk melakukan perubahan pada kebijakan pasar tenaga kerja apabila dia terpilih kelak. Namun di jajaran Kristen Demokrat sendiri beberapa kalangan menolak agenda itu. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA