| Rabu, 10 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
AB Filipina Kecam Saksi OposisiMANILA - Militer Filipina secara terang-terangan berusaha mengganjal tuduhan terhadap Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Militer menyatakan, seorang perwira yang diajukan sebagai saksi oleh oposisi tidak layak dipercaya. Sehari sebelum Senat melanjutkan penyelidikan atas tuduhan itu, oposisi menyatakan akan mengajukan Kapten Marlon Mendoza sebagai saksi terbaru. Militer secara mendadak menggelar konferensi pers Selasa kemarin. Juru bicara militer Buenaventura Pascual mengatakan, Mendoza bukanlah seorang saksi yang bisa dipercaya karena dia sedang menghadapi pengadilan atas dakwaan penjualan kartu identitas militer ilegal. Dia juga didakwa menjual surat izin pemilikan senjata api. "Kami tahu ada beberapa orang yang ingin mendiskreditkan Angkatan Bersenjata," kata Pascual. "Mereka ingin kami terseret dalam gejolak politik. Jadi, kami minta kepada mereka untuk tidak melibatkan kami." Pascual mengatakan, Mendoza tidak menanggapi panggilan untuk datang ke sidang praperadilan. Pihak militer sendiri sudah mencari-cari dia selama dua pekan ini. Senator Panfilo Lacson dari kubu oposisi mengatakan, Mendoza direkomendasikan sebagai saksi oleh sekelompok perwira purnawirawan. "Mereka juga belum mendengar apa yang akan dikatakan oleh orang ini," kata dia kepada televisi lokal, tidak lama setelah jumpa pers militer itu. "Mengapa mereka hendak menghambat kebenaran itu muncul?" Memperlambat Oposisi terus berusaha memperkuat tuduhannya bahwa Arroyo memang benar-benar dan terbukti melakukan kecurangan pemilu. Sidang kasus impeachment terhadap presiden bisa berlangsung berbulan-bulan dan kesempatan ini dipakai oposisi untuk terus mencari bukti. Kepemimpinan Arroyo nyaris ambruk bulan lalu akibat terpaan tuduhan ini. Namun, dia berhasil melewati gejolak ini dengan dukungan Gereja Katolik dan sekutu-sekutunya di Kongres. Sekutu Arroyo ikut membantu memperlambat laju proses impeachment. Komisi di majelis rendah, yang dipenuhi oleh sekutu-sekutu Arroyo, menurut rencana akan memulai sidang dengar pendapat Rabu ini untuk membahas tiga kasus yang dijadikan dasar pengajuan impeachment. Oposisi mengatakan pekan lalu, pihaknya telah menemukan keterkaitan antara kecurangan pemilu dan tuduhan soal praktek perjudian. Seorang eks staf istana presiden mengatakan, Arroyo hadir saat uang hasil judi ilegal itu diserahkan kepada anggota-anggota Komisi Pemilu (Comelec). Sekutu Arroyo menyebut tuduhan itu sangat fantastis. Namun, Lacson mengatakan, kesaksian Mendoza akan menegaskan kebenaran soal keterkaitan itu. Lacson mengatakan, Mendoza bersekongkol dengan eks ketua komisi pemilu Virgilio Garcillano. Dua orang saksi yang diajukan oleh oposisi di Senat sudah minta maaf kepada Arroyo. Dia mengatakan, oposisi sengaja menyuruh mereka mengaitkan keluarga presiden dengan isu perjudian ilegal. "Kubu oposisi sebaiknya menutup saja 'akademi saksi-saksi' ini karena para alumni mereka gagal menyampaikan kebenaran dan kredibilitas," kata juru bicara presiden Ignacio Bunye.(rtr-gn-25) |