logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Raja Abdullah Beri Amnesti

RIYADH - Reformasi masih bergulir di Kerajaan Arab Saudi. Raja Abdullah dari Arab Saudi memberikan pengampunan kepada lima aktivis Senin kemarin, termasuk di antaranya adalah tiga orang yang dihukum sembilan tahun penjara karena menyerukan reformasi politik di kerajaan itu.

"Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef mengumumkan bahwa Raja Abdullah telah memerintahkan pembebasan terpidana Abdullah al-Hamed, Matruk al-Faleh, Ali al-Dumaini dan Saeed ibn Zuair serta membebaskan Abdulrahman al-Lahem," demikian berita di televisi pemerintah Arab Saudi.

Hamed, Matruk dan Dumaini dijatuhi hukuman pada Mei lalu atas dakwaan berusaha menebar benih-benih pertentangan. Pengadilan Tinggi Arab Saudi bulan lalu mengukuhkan vonis itu menjadi hukuman penjara enam hingga sembilan tahun.

Para terpidana itu, dua orang di antaranya adalah dosen dan seorang penyair, menggelar sebuah petisi yang mendesak kerajaan itu untuk berubah menjadi monarki konstitusional.

Reformasi Fundamental

Lahem, pengacara mereka, ditangkap setelah mempublikasikan banding mereka untuk mendapat bantuan dari Raja Abdullah, ketika itu masih pangeran.

Keputusan itu merupakan amnesti pertama yang diberikan Raja Abdullah, pengganti Raja Fahd yang meninggal pekan lalu. Senin lalu, Abdullah juga memberikan pengampunan kepada beberapa orang Libia yang ditahan atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap dirinya pada 2003.

Zuair dipenjara karena memberikan dukungan bagi serangan-serangan militan di Arab Saudi. Kalangan reformis Saudi menyambut gembira pengampunan dari raja meski menurut mereka, masih perlu ditempuh langkah-langkah lebih serius untuk melanjutkan reformasi.

"Kami berharap pada hari-hari mendatang ini akan ada lebih banyak langkah-langkah reformasi fundamental," kata Mansour Nogaidan, seorang pengritik vokal terhadap lembaga pendidikan dan keagamaan di kerajaan itu. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA