| Rabu, 10 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
Seorang Lagi Pejabat PBB Ditangkap karena KorupsiNEW YORK - Setelah eks kepala program minyak untuk pangan PBB Benon Sevan didakwa menerima uang suap hampir 150.000 dolar AS, seorang pejabat PBB lainnya ditangkap atas tuduhan serupa. Komisi Penyelidik Independen yang dipimpin mantan ketua Bank Sentral AS Paul Volcker dalam laporannya mengatakan, Sevan dan Alexander Yakovlev harus diadili. Yakoulev adalah kepala bagian pembelian di PBB. Sekjen PBB Kofi Annan mencabut hak kekebalan diplomatik kedua orang itu. Yakovlev ditahan atas perintah pihak jaksa federal di New York. Yakovlev segera mengakui kesalahan menerima uang suap. Dia mengaku menerima sogokan dan melakukan pencucian uang. Tim penyelidik menemukan bukti dia menerima hampir satu juta dolar AS dalam pembayaran ilegal dari para pemenang kontrak-kontrak PBB senilai 79 miliar dolar AS. Dia kemudian dibebaskan dengan uang jaminan. Pengakuan cepat yang dibuat hanya beberapa jam setelah penahanannya sering berarti terdakwa akan bekerja sama dengan para penyelidik federal. Tim Volcker dalam laporannya menuduh Yakovlev tidak punya hubungan dengan program minyak untuk pangan. Namun, dia berusaha untuk mengantongi lebih dari 950.000 dolar dari kontraktor-kontraktor yang tidak ada kaitannya dengan program minyak untuk pangan. Laporan itu adalah yang pertama kalinya menuduh para pejabat PBB terlibat korupsi berkaitan dengan program itu. "Ini adalah para pejabat senior PBB," kata Hakim Afrika Selatan, Richard Golstone, seorang anggota tim. Kepala Staf Kantor Annan, Mark Malloch Brown mengemukakan, PBB bulan lalu telah mengingatkan Kejaksaan AS tentang pelanggaran yang dilakukan Yakovlev. Tim Volcker ditugaskan Annan untuk mengusut tuduhan-tuduhan korupsi dalam program yang bertujuan untuk mengurangi dampak sanksi-sanksi PBB terhadap Irak itu. Sanksi tersebut diberlakukan PBB Agustus 1990 setelah pasukan Bagdad menyerbu Kuwait. Program itu dimulai Desember 1996 dan berakhir tahun 2003. Ilegal Sevan (67) sendiri telah bertugas di PBB selama 40 tahun. Dia membantah terlibat korupsi. Dalam sepucuk suratnya kepada Annan dia menyatakan dijadikan korban. Laporan itu menyebutkan, Sevan bekerja sama dengan saudara sepupu mantan sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali, Fakhry Abdelnour asal Mesir, yang memiliki sebuah perusahaan perdagangan minyak bernama African Middle East Petroleum (AMEP). Perusahaan itu memindahkan uang sejumlah 580.000 dolar ke rekening Fred Nadeler yang kemudian mendepositokannya sebanyak 147.184 dolar ke rekening bank New York atas nama Sevan dan istrinya. Boutros-Ghali adalah sekjen PBB sejak 1992 sampai 1996 ketika program minyak untuk pangan itu dibentuk. Dia telah diperiksa oleh tim Volcker tetapi tidak terbukti terlibat kasus itu. Yakovlev dituduh ikut dalam rencana korupsi itu untuk mendapatkan uang sogok dari sebuah kontraktor Swiss Societe General de Surveillance SA. Yakovlev menerima pembayaran ilegal sejumlah 950.000 dolar dari para pemenang sejumlah kontak PBB senilai 79 miliar dolar. Uang itu dibayarkan pada satu rekening bank luar negeri yang dikuasai Yakovlev di Antigua, India Barat. Volcker dalam jumpa wartawan mengatakan, peran Annan sendiri akan diusut lebih lanjut, berdasarkan pada e-mail yang diungkapkan seorang pejabat perusahaan Swiss Contecna, yang mempekerjakan putra Sekjen itu, Kojo. Dia mengatakan laporan lain akan diumumkan bulan depan.(rtr-gn-25) |