logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 EKONOMI
Line

Kebocoran BBM Dipantau Ketat

SEMARANG-Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah akan makin dikontrol ketat oleh pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag). Potensi kebocoran pada komoditas vital itu dinilai besar, sehingga perlu ada pengawalan. Apalagi kelangkaan BBM terjadi serentak di seluruh daerah.

Kepala Disperindag Banudojo Hastjarjo mengatakan hal itu saat Serah Terima Jabatan Kepala Balai Metrologi Se-Jateng di kantornya Jl Ki Mangun Sarkoro, kemarin. Dia mengatakan, saat ini pihaknya mulai melakukan pengecekan tera di SPBU dan truk tanki. ''Pengawasan terhadap alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapan (UTTP) ini wajib, karena dapat merugikan konsumen. Selama ini, banyak flow meter (tera) pada tanki ukur mobil banyak yang nggak akurat,'' ujar dia.

Rantai distribusi BBM dari produsen ke konsumen terakhir memang cukup panjang. Jalur yang sudah diukur dimulai sejak dari kapal tanker, tanki tanam, pompa di depo, truk tanki, dan SPBU. Di seluruh jaringan itu, memungkinkan terjadi penyimpangan kuota bahan bakar.

Rencana pengamanan akan dilakukan menyeluruh di kota/kabupaten di Jawa Tengah. Tim disperindag saat ini tengah melakukan pengecekan di eks Karesidenan Pati, menyusul eks Karesidenan Solo. Selanjutnya eks Karesidenan Kedu dan Banyumas. Kepala Balai Metrologi Semarang Saeful Fatah mengatakan, pengecekan terhadap alat ukur, seringkali tak ditemukan penyimpangan. Namun kendala terbesar justru pada oknum. (H12-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA