| Rabu, 10 Agustus 2005 | EKONOMI |
Peluang Ekspansi Kredit Perbankan TinggiSEMARANG-Potensi penyaluran kredit perbankan di Jateng tahun 2005 cukup terbuka, khususnya ekspansi kredit investasi dan UMKM. Berdasarkan hasil Survei Senior Credit Officer (SSCO) menunjukkan, ada kecenderungan penyaluran kredit konsumsi menguat, namun realisasi kredit investasi masih kecil, sehingga bisa dikembangkan. Pimpinan BI Jateng-DIY, Amril Arief mengatakan hal itu, Selasa (9/8). Data periode tahun 2001-2004 menunjukkan adanya peningkatan nilai kredit yang disetujui sebesar 27,54%. Salah satu yang menggembirakan, kata dia, kredit investasi yang disetujui naik 98,07%, dengan proporsi terhadap total kredit naik dari 7,9% menjadi 12,3% sampai dengan tahun 2004. Selain itu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Jateng juga tumbuh signifikan dengan proporsi total kredit meningkat dari 70,5% pada tahun 2002 menjadi 77,23% pada posisi Juni 2005. Secara nominal, kredit UMKM di Jateng tahun 2002 tercatat sebesar Rp 17,1 triliun dan pada posisi Juni 2005 telah mencapai Rp 32,2 triliun. Dalam rentang waktu 2,5 tahun kredit UMKM ini tumbuh sebesar 88,3%. Amril menilai permintaan kredit usaha hingga triwulan pertama 2005 menurun, sedangkan permintaan kredit konsumsi cenderung meningkat. Kondisi ini juga dipicu pihak perbankan yang masih menerapkan kebijakan kredit usaha yang masih cukup ketat. Alasan pengetatan kebijakan kredit usaha ini, disebabkan adanya persyaratan credit agreement yang ketat, cost of fund yang relatif tinggi, dan tindakan hati-hati untuk mengurangi Non Performing Loan (NPL). Sedangkan peningkatan kredit konsumsi pada triwulan kedua atau Juni 2005 tercatat mencapai 11,20% bila dibandingkan angka penyaluran kredit pada Maret 2005 menjadi Rp 11,9 triliun. (mhr-33) |