logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

5.114 Siswa Ikuti Ujian Nasional II

PURBALINGGA - Sebanyak 5.144 siswa yang tidak lulus ujian nasional (UN) tahap pertama, diharapkan bisa mengikuti UN II. Mereka juga hanya diwajibkan ikut ujian mata pelajaran yang tidak lulus saja.

UN Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris akan digelar pada 22-24 Agustus dan standar nilai kelulusan tetap sama dengan standar UN tahap I.

Menurut data Dinas Pendidikan, 1.605 siswa SMP tidak lulus UN, MTs (1.115 siswa), SMP Terbuka (391 siswa), SMA IPA (178 siswa), SMA IPS (773 siswa), MA IPA (24 siswa), MA IPS (188 siswa), dan SMK (840 siswa). Banyak siswa SMP/MTs yang tidak lulus UN sudah mengikuti proses pembelajaran di SMA/MA.

Sementara itu, banyak juga siswa SMA/MA yang belum lulus tetapi telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi (PT).

Berkaitan dengan fenomena ini, Kepala Dinas Pendidikan Suyitno meminta mereka untuk mempersiapkan diri mengikuti UN II. Sebab syarat diterima di SMA atau PT adalah lulus sekolah jenjang sebelumnya.

''Kalau UN II tidak lulus, siswa SMP bisa ikut ujian Kelompok Belajar (Kejar) Paket B yang akan dilaksanakan Oktober 2005. Kalau siswa SMA tidak lulus UN II, bisa ikut ujian Kejar Paket C yang juga dilaksanakan pada bulan Oktober. Kalau tidak mau ya mengulang kelas III lagi,'' tandasnya.

Dia menegaskan, bukti kelulusan ini penting. Sebab, untuk mengikuti ujian di SMA syaratnya harus mempunyai ijazah SMP atau Kejar Paket B. Sementara itu, sejumlah perguruan tinggi negeri juga sepakat akan menggugurkan status calon mahasiswa yang tidak bisa menunjukkan bukti kelulusan SMA. Meskipun anak itu lolos Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2005.

Kekurangan Murid

Suyitno menjelaskan, pada tahun ini, dari 212 siswa Kejar Paket C setara SMA, 201 di antaranya mengikuti ujian nasional. Dari jumlah tersebut, 171 di antaranya berhasil lulus. ''Lebih dari 10 siswa di antara mereka mengikuti SPMB. Soal lolos SPMB atau tidak, saya belum tahu. Yang jelas, saya menandatangani surat keterangan lulus mereka,'' katanya.

Mengenai kemungkinan SMA swasta kekurangan murid karena banyak siswa baru yang gagal dalam UN II, Suyitno mengatakan, kenyataan itu harus mereka terima. Jangan sampai ada siswa yang tidak lulus SMP, tetap diikutkan belajar di SMA.

''Jumlah lulusan SMP tahun ini 8.149 anak, sedangkan daya tampung SMA negeri dan swasta 5.800 anak. Saya kira, tidak semua lulusan SMP itu meneruskan ke SMA. Banyak juga di antara mereka yang memilih kerja atau merantau. Jadi kekurangan murid di SMA swasta itu saya kira bukan semata-mata karena ujian nasional,'' paparnya.

Menyangkut pengumuman hasil UN tahap II, Suyitno mengaku tidak tahu pasti. Namun, dia berharap hasilnya cepat diumumkan. Sementara itu, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons di Semarang menjelaskan, pemerintah akan segera mengumumkan hasil UN II, seusai pelaksanaan ujian. (F10-55m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA