| Rabu, 10 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Penderita Diare MeningkatPURWOKERTO - Seiring dengan kedatangan musim kemarau, penderita diare di Kabupaten Banyumas dalam dua bulan terakhir ini cenderung meningkat. Juni lalu berdasar jumlah pasien yang berobat di puskesmas, penderita diera 3.149 orang dan Juli 2.200 orang. Mengingat di beberapa kecamatan persediaan air bersih mulai berkurang, menurut perkiraan YMT Kepala Dinas Kesehatan dokter Puji Astuti MMR, Agustus ini penderita diare akan meningkat. Jumlah kumulatif penderita diare yang berobat ke puskesmas pada tahun ini mulai Januari hingga Juli 16.536 orang. ''Dari penderita sebanyak itu, ada satu pasien berumur kurang dari setahun yang berobat di Puskesmas Baturraden II beberapa waktu lalu dan akhirnya meninggal,'' ungkapnya. Untuk menekan jangan sampai kasus diare menjadi kejadian luar biasa, DKK secara rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengonsumsi makanan bersih, menggunakan air untuk diri sendiri dan lingkungan dengan air yang bersih, serta membagi oralit. Persoalannya, ketika memberikan penyuluhan agar masyarakat menggunakan air bersih untuk memasak atau mandi di desa yang rawan diare justru persediaan air bersihnya berkurang pada saat musim kemarau ini. Mengenai persediaan obat untuk mengatasi diare di pus-kesmas-puskesmas, ujar dia, jumlahnya mencukupi. Kepada anggota masyarakat yang menderita diare, dia meminta untuk segera datang ke puskesmas. Jika dari keluarga miskin, tidak dipungut biaya. Demam Berdarah Selain kasus diare, di beberapa tempat juga sudah berjangkit penyakit demam berdarah. Pada 23 Juli lalu ada tiga warga Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan yang positif terkena demam berdarah. ''Dari tiga orang yang kena itu, dua orang dirawat di RS Sinar Kasih dan seorang berobat jalan,'' ujarnya. DKK sudah memeriksa epidemologi di lingkungan rumah yang terkena demam berdarah. Dari 40 rumah yang diperiksa, tiga di antaranya positif ditemukan jentik-jentik nyamuk Aedes aegipty yang merupakan nyamuk penularnya. Tindak lanjut dari pemeriksaan epidemologi, dua hari lalu telah berlangsung pengasapan (fogging) di lingkungan rumah penduduk. (G23-55j) |