logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

''Dia Memang Sudah Lama Stres''

TEWASNYA pasangan suami istri Sumarno dan Sutarmi membuat geger warga Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Banjarnegara. Mereka tak pernah mengira kejadian nahas itu akan menimpa salah satu tetangga mereka.

Menurut keterangan beberapa tetangga korban, Sumarno sehari-harinya bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan istrinya, Sutarmi, sering bekerja di sawah memetik bunga melati.

''Kemarin saja kami baru memetik melati bersama-sama,'' ujar salah seorang tetangga korban yang tidak bersedia menyebutkan namanya.

Selama mengarungi bahtera kehidupan bersama, para tetangga tidak pernah mendengar ada perselisihan di antara keduanya. Namun, mereka mengetahui kalau Sutarmi memang mengalami gangguan jiwa atau biasa disebut stres oleh warga desa setempat.

''Dia memang sudah lama stres. Namun stres karena apa dan mulai kapan saya tidak tahu. Yang jelas sudah bertahun-tahun,'' tutur Miskam, adik Sumarno.

Suka Diam

Pasangan suami istri itu, lanjut dia, mempunyai tiga anak, Narsan (30), Dodo (23), dan Yanti (20) yang semuanya telah berumah tangga.

''Jika sedang kambuh, terkadang dia memang suka diam atau mengacak-ngacak barang seperti gelas, namun tidak sampai memecahkannya. Dia juga tidak suka ada perkataan yang keras sehingga tetangga sekitar pun memakluminya,'' katanya.

Miskam mengungkapkan, dulu adik Sutarmi yang bernama Hardiman juga mengalami hal yang sama. Namun perilaku sang adik jika tengah kambuh tidak bisa dikontrol sehingga keluarga pun terpaksa mengurungnya.

''Bahkan dia sampai meninggal dalam kurungan itu,'' ujarnya.

Terhadap kejadian yang menimpa kakaknya, dia masih menyimpan sebuah pertanyaan. Pasalnya tak pernah terdengar pertengkaran di antara mereka. Hanya, beberapa hari belakangan ini dia sempat mendapati kakak iparnya itu berwajah murung. (M Syarif SW-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA