| Rabu, 10 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Suami-Istri Tewas Dianiaya
BANJARNEGARA- Sepasang suami-istri, Sumarno (50) dan Sutarmi (47), warga Dusun Blabar Lor, Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Banjarnegara ditemukan tewas dalam waktu hampir bersamaan, kemarin. Diduga mereka tewas karena tindak penganiayaan. Sebab, pada tubuh Sumarno ditemukan luka-luka memar dan mengeluarkan darah di bagian muka dan kepala. Sang istri, ditemukan ditepi saluran irigasi Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, sekitar tiga kilometer dari Adipasir. Menurut keterangan saksi, Yono (40), tetangga korban, pukul 03.30 dirinya mendengar suara dengkuran keras mirip suara kambing dari arah rumah korban. Karena heran, dia bangun dan keluar rumah. Sampai di luar, dia melihat sesosok wanita memakai kerudung keluar dari rumah korban menuju ke arah jalan. Karena mengira wanita itu Sutarmi, dia pun memanggil sembari bertanya akan ke mana. Anehnya, wanita itu menjawab akan pergi ke rumah Daroh, menantunya yang berada di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Banjarnegara. Karena masih heran, Yono pun membangunkan Rahadi alias Imam, menantu korban yang rumahnya bersebelahan dengan rumah mertua. Kemudian mereka menuju rumah Sumarno dan terkejut karena melihat pintu dapur terbuka dan mendapati Sumarno tengah kasakitan karena luka-luka. Diautopsi Setelah itu, mereka melaporkan kepada aparat desa setempat dan kemudian membawa korban ke RSUD Banjarnegara. Namun, baru seperempat jam di rumah sakit, Sumarno mengembuskan nafas terakhir karena kehabisan darah. Mengetahui Sumarno meninggal, keluarga selanjutnya membawa pulang jenazahnya. Beberapa tetangga dan saudara kemudian mencari Sutarmi yang belum pulang. Mereka sempat menemukan sandal korban di jembatan Sungai Betewe. Beberapa saat kemudian, mereka mendengar kabar bahwa korban ditemukan tak bernyawa lagi di tepi saluran irigasi Desa Karangdegang, Bukateja. Purbalingga. Petugas dari Polsek Bukateja, Polsek Rakit, dan Polres Banjarnegara langsung menuju lokasi di Desa Karanggedang dan Desa Adipasir. Selanjutnya, mereka mengadakan olah tempat kejadian. ''Untuk kepentingan penyelidikan, mayat Sutarmi dibawa ke Rumah Sakit Margono Sukardjo Purwokerto untuk diautopsi,'' kata Kapolres AKBP Yudi Amsyah melalui Kasatreskrim AKP Priyo Handoko, kemarin. Menurutnya, dugaan sementara atas peristiwa tersebut adalah tindak penganiayaan. Sampai saat ini, polisi masih mengadakan penyelidikan secara intensif untuk mengetahui siapam pelaku penganiayaan berikut motifnya. Polres Banjarnegara, tambah dia, bekerja sama dengan Polsek Bukateja untuk mengungkap kasus itu.(mos-55s) |