logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Agustus 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Dangdut Berkibar

"Bagi pemusik yang antimelayu, boleh benci jangan mengganggu, biarkan kami mendendangkan lagu, lagu kami lagu melayu". Penggalan lagu berjudul "Musik" milik Rhoma Irama tersebut mengingatkan masa kecil saya yang sampai saat ini masih menjadi penikmat setia lagu-lagu melayu/dangdut.

Reformasi dangdut telah digulirkan oleh Rhoma Irama pada awal dekade 1970-an atau tepatnya dengan berdirinya Soneta Group pada tanggal 13 Oktober 1973, sampai saat ini masih menunjukkan kemajuannya. Berbagai stasiun TV menayangkan acara dangdut yang dulunya merupakan musik kampungan yang kumuh.

Beragam kontes dangdut digelar seperti kontes dangdut TPI (KDI) 1 tahun 2004, Bintang Dangdut Semiliar (BDS) oleh Lativi 2004, KDI 2 tahun 2005, Kontes Dangdut Indosiar (Kondang In) 1 tahun 2005, dan rencananya Kondang In-2 akan mulai audisi bulan Agustus 2005.

Dari kontes tersebut telah melahirkan bintang-bintang dangdut yang cukup bagus suaranya, cantik/ganteng wajahnya, menarik performance-nya, sopan penampilannya dan intelek karena rata-rata berpendidikan tinggi (anak kampus). Siti Rahmawati juara KDI 1, Gitalis Dwi Natarina juara KDI 2, Aris Widodo juara Kondang In 1.

Tetapi masih ada tugas berat dari mereka yang menggeluti musik dangdut, yaitu perlunya peningkatan kualitas musik, lagu yang rata-rata masih menyadur dari India dan Arab serta syair yang kurang berbobot. Saya usul kepada PAMMI, stasiun TV, radio, atau lainnya untuk menyelenggarakan: Lomba Karya Cipta Lagu Dangdut dan Festival Group Musik Dangdut. Bravo dangdut. Semoga dapat menjadi khasanah budaya bangsa yang dapat dibanggakan dalam kancah seni dunia.

Ahmad Rikza SSos

Gg Delima Brt 13 Penanggulan, Kendal

***

Biaya Perpanjangan SIM di Blora

Awal Juli 2005 saya memperpanjang SIM C di Polres Blora dengan mengikuti semua prosedurnya mulai dari cek kesehatan Rp 12.500, asuransi kecelakaan Rp 15.500. Saya melihat tulisan di loket, berdasar UU, biaya pepanjangan SIM sebesar Rp 60.000 yang pembayarannya dilaksanakan setelah SIM jadi.

Sepengetahuan saya formulir/biaya perpanjangan itu Rp 52.500, tapi petugas loket bilang sudah lama ada kenaikan, entah kapan naiknya saya tidak tanya. Saya maklum kalau memang naik. Tapi alangkah terkejutnya saya setelah SIM jadi, bukan Rp 60.000 (sesuai tulisan di loket) melainkan Rp 140.000 (fotokopi terlampir).

Menurut petugas loket, ada uang administrasi Rp 80.000 dan itu sudah jadi keputusan/kebijakan atasan. Jadi tidak ada tawar-menawar, mau tak mau harus saya bayar. Kepada Bpk Kapolres atau yang berwenang tolong dijelaskan berapa sebenarnya biaya perpanjangan SIM sesuai UU.

Apa benar sebesar Rp 12.500 + Rp 15.500 + Rp 140.000 = Rp 168.000. Perlu diketahui tidak semua orang yang mengurus perpanjangan SIM mudah mencari uang seperti saya ini. Semoga polisi bisa jadi pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

Susilo Utomo

Purwosari Rt 4/Rw 3, Blora

***

Program Ekstensi

Terlepas benar atau salah sinyalemen bahwa program ekstensi di PTN menjadi penyebab menurunnya animo calon mahasiswa terhadap PTS, barangkali perlu memahami mengapa program tersebut dibuka dan apa keunggulannya. Program ini atau juga disebut program nonreguler dibuka untuk lulusan D3/sederajat atau S1 yang telah menyelesaikan mata kuliah paling sedikit 110 SKS.

Mereka bisa melanjutkan ke jenjang S1 dalam bidang ilmu yang sama atau relevan. Perkembangannya, beberapa program ekstensi di PTN tertentu juga menerima lulusan SMA/sederajat yang baru saja lulus (fresh graduate). Mungkin, kebijakan ini yang sering mendapat protes dari PTS.

Sebagai anggota masyarakat, saya mencoba memahami. Secara realistis, dengan hanya membuka klas reguler (pagi) investasi negara yang berupa SDM (dosen, karyawan administrasi, teknisi, laborat) dan sarana prasarana perkuliahan (gedung, alat laboratorium, mesin, bengkel) belum termanfaatkan optimal.

Karenanya ketika peminat lulusan SMA untuk bidang studi tertentu di PTN melebihi daya tampung klas reguler, agaknya masuk akal jika pimpinan PTN mengambil kebijakan menerima mereka di program ekstensi.

Berdasarkan alur pemahaman yang demikian, program ekstensi di PTN sebenarnya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan tidak akan merugikan PTS apalagi menjadi penyebab bangkrutnya mereka. Secara kualitas, program ini di PTN setara dengan program reguler, statusnya juga negeri.

Hal ini mengingat kurikulum dan silabus mata kuliah, dosen, sarana prasarana perkuliahan, jaringan infrastruktur dan apa saja yang merupakan "milik" program reguler juga dipakai oleh program ekstensi. Bahkan ada program ekstensi tertentu di PTN konon tidak dibedakan antara ekstensi dan reguler.

Demikian pula seluruh kegiatan kemahasiswaannya. Agaknya kalau dicari perbedaannya hanya pada jam kuliah. Pagi hingga siang untuk reguler dan siang hingga sore/malam untuk ekstensi. Perbedaan lainnya mungkin pada proses seleksi calon mahasiswa baru.

Pratama Jujur Wibawa

Dinas Mas XII/23 Meteseh, Semarang

***

Ditabrak Pemuda

Hari Sabtu 30 Juli 2005 sekitar pukul 07.00 saya seorang ibu naik motor menyeberang jalan di Jl Dr Sutomo Semarang ditabrak seorang pemuda yang naik motor. Dia memakai jaket warna orange naik kendaraan H 3133 ....

Dia tidak menolong saya atau minta maaf tetapi malah langsung pergi begitu saja, walau saya tidak luka namun hati saya menangis. Sebagai pemuda generasi bangsa di mana tanggungjawabnya ? Begitu teganya Anda terhadap seorang ibu yang usianya hampir setengah abad ini.

Bagaimana jika yang saya alami menimpa ibu atau saudara perempuan Anda Saya yakin ibu Anda pasti akan menangis bila mengetahui anak laki-lakinya tidak bertanggung jawab.

Ny Irmina Ambar Yuani

Jl Pamularsih I/ 17 Semarang

***

Tanggapan "Kartu Matrix Bermasalah"

Kami menanggapi keluhan Bpk Roy Budi, Jl Meranti Barat Dalam III/89 Semarang dalam Surat Pembaca 2 Agustus 2005 berkaitan dengan Kartu Matrix yang tidak bisa melakukan pengiriman sms dan penghentian akses info zodiak.

Kami mengunjungi Bpk Roy Budi, mohon maaf dan melakukan klarifikasi atas keluhan tersebut. Kami juga telah melakukan pengecekan, dan dari sisi teknis sebenarnya kartu Matrix Bapak tidak bermasalah. Dari hasil pembicaraan, Bpk Roy bisa mengerti dan pada hari itu juga masalah tersebut telah terselesaikan dengan baik.

Masukan dan saran tetap kami terima demi peningkatan kualitas layanan kepada para penguna kartu seluler Indosat. Silakan hubungi customer service kami atau langsung ke Galeri Indosat, Jl Pandanaran 18 Semarang.

PT Indosat Selluler

Susi Rachmawati

Marketing & Sales Executive

***

DPD Pertuni Terima Kasih

DPD Pertuni Jateng mengucapkan syukur atas terselenggaranya acara "Festival Band Tunanetra se-Jawa tengah tahun 2005" tanggal 31 Juli 2005 di Taman Budaya Raden Saleh Semarang dan promo di Atrium Mal Ciputra Semarang.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut antara lain Gubernur Jateng, Komisi E DPRD Jateng, Wali Kota Semarang dengan Komisi D-nya serta lembaga swasta dan perseorangan.

Juga kepada Mal Ciputra Semarang yang menyediakan tempat untuk promo acara tersebut secara gratis. Adanya promo itu membuat para penyumbang lain terutama dari lembaga swasta yang sebelumnya menutup diri tertarik terhadap acara ini.

Acara yang memperebutkan Piala Gubernur berakhir dengan baik. Semoga penyandang tunanetra dapat lebih diakui keberadaannya dan diterima dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

DPD Pertuni Jateng membuka diri terhadap semua pihak yang peduli terhadap tunanetra dan siap bekerja sama.

Suryandaru SH

Ketua Panitia


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA