logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Salah Satu Siswa SMA PGRI Terserang Lumpuh Layu

Pramanto (18), warga RT 1 RW 1 Desa Juwiring Kecamatan Cepiring, Kendal diindikasi terserang penyakit lumpuh layu. Indikasi itu didasarkan pada gangguan fisik yang dialami secara mendadak, yakni tidak dapat memfungsikan kedua kakinya secara normal.

Menurut penuturan pemuda yang masih tercatat sebagai siswa kelas III IPS 1 SMA PGRI Kendal itu, penyakit tersebut diawali dengan demam selama dua hari.

''Rabu (22/7) lalu, mendadak saya menderita demam dengan tubuh menggigil. Dua hari berikutnya (Jum'at, 24/7), penyakit demam itu berangsur-angsur mereda. Namun bersamaan dengan redanya demam itu, mendadak kedua kaki saya tidak bisa digunakan untuk berjalan,'' tutur Pramanto ketika ditemui di rumahnya, Jum'at (4/7) .

Akibat kelumpuhan yang dideritanya itu, anak bungsu pasangan suami istri Susilo (almarhum)-Ny Riatun (55) itu hingga kini hanya berdiam diri di atas tempat tidur. ''Sejak menderita sakit, saya terpaksa izin tidak masuk sekolah,'' tutur Pramanto didampingi ibunya, Ny Riatun.

Ketidakhadiran Pramanto di sekolah dalam waktu cukup lama itu akhirnya mengundang pertanyaan pihak sekolah yang kemudian berusaha mengecek langsung ke rumahnya. ''Meski telah menyampaikan izin sakit, karena Pramanto tidak masuk sekolah cukup lama, akhirnya kami berusaha mengecek,'' kata Kepala SMA PGRI Kendal Puji Hastuti.

Keterbatasan Dana

Melihat kondisi kesehatan yang dialami, lanjut Puji, pihaknya kemudian berinisiatif memeriksakan Pramanto ke bagian radiologi RSUD Dokter Soewondo Kendal. ''Biaya pemeriksaan Pramanto ini ditanggung pihak sekolah.''

Pihak rumah sakit ketika dimintai hasil pemeriksaan Pramanto menyatakan masih dalam penelitian. ''Pasien ditangani oleh dokter spesialis syaraf, Emy. Yang bersangkutan antara lain menjalani proses pemeriksaan melalui foto rontgen. Hasil pemeriksaan belum dapat dijelaskan karena masih menunggu hasil resume dokter terkait. Pramanto tidak dirujuk untuk menjalani rawat inap di sini,'' ujar seorang staf rumah sakit yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Sementara itu orang tua Pramanto, Ny Riatun, ketika ditemui menuturkan, sebelum anaknya diperiksakan ke RSUD Dokter Soewondo, saat menderita demam hingga terjadi kelumpuhan, hanya dibawa berobat ke seorang mantri kesehatan dan tukang pijat di desanya. ''Kami tidak memiliki dana untuk memeriksakan Pramanto ke dokter. Terkait dengan penyakit yang diderita anak saya ini, saya sangat berharap ada pihak lain yang mau memberikan bantuan,'' kata Ny Riatun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu. (Setyo Mardiko-51n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA