logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Sekolah Dilarang Paksa Murid Beli Buku

UNGARAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Semarang menyatakan prihatin jika masih ada sekolah-sekolah yang membebani siswa yang kurang mampu. Hal tersebut diungkapkan YMT Kepala Disdik Tukiman melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Mukadi, kemarin. ''Saya membaca Suara Merdeka di SD 03 Sidomulyo Ungaran ada anak yang tidak bersekolah karena tidak mampu membeli buku dan dipaksa membeli. Kami akan berkoordinasi dengan SD itu,'' ungkap dia.

Mukadi berharap, tidak terjadi diskriminasi atau ancaman terhadap siswa itu. ''Saya khawatir, setelah kejadian muncul di beberapa media lalu para guru akan mengintimidasi anak tersebut,'' ujarnya.

Dia mengemukakan, Disdik bertekad sejak 2004 para siswa yang kurang mampu tidak mendapat beban biaya untuk membeli buku. ''Apalagi, mulai Juli hingga Desember ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk siswa SD dibantu Rp 235.000 per siswa/ tahun,'' ungkapnya. Pihaknya juga berpesan, jika terbukti para pendidik melanggar akan terkena sanksi.

Seperti diberitakan pada Kamis (4/8), Delfa Julia Savina (8) murid kelas III Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Sidomulyo Ungaran, selama beberapa hari lalu tidak masuk sekolah karena malu belum mempunyai buku paket. Menurut penuturan murid yang akrab dipanggil Vina itu, gurunya di sekolah mewajibkan dia membeli buku paket yang terdiri 15 buah dengan harga Rp 183.000. Vina mengaku diolok-olok gurunya karena tidak memiliki buku tersebut. Kepala SDN 03 Sidomulyo Rusmiyarti menekankan, pihaknya tidak mewajibkan para siswa memiliki buku paket. Dikatakan, ada bantuan bagi para siswa yang kurang mampu berupa Beasiswa Khusus Murid (BKM). Setiap bulan para siswa yang kurang mampu mendapat Rp 10.000. (H14-51j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA