| Sabtu, 06 Agustus 2005 | SEMARANG |
Penggagas Jalan Lingkar SalatigaPEMBUATAN jalan lingkar Salatiga ternyata sudah direncanakan sejak tahun 1980, di mana salah seorang penggagasnya adalah John Manoppo, yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Salatiga. Kala itu, dia merupakan salah satu orang penting di Bappeda yang mencoba mencermati perkembangan kota pada masa mendatang. Anggota DPRD Salatiga periode 1977-1982 itu mengemukakan, jika di Salatiga hanya ada satu jalan utama, tidak akan berkembang. Sebab, perkembangan kota terpusat di wilayah perkotaan saja. Karena itu, munculah gagasan pengembangan daerah melalui sektor perhubungan dengan membuat jalan lingkar selatan. Menurut suami anggota DPRD Salatiga dari Partai Golkar, Rosa Darwanti Manoppo itu, adanya jalan lingkar dapat memecahkan permasalahan beberapa wilayah Salatiga yang masih terisolasi. Dengan demikian, bakal muncul pusat-pusat baru perkembangan ekonomi yang menguntungkan masyarakat. Sayang, hingga kini jalan lingkar tersebut belum dapat sepenuhnya dibuat dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab, pembangunan masih terganjal masalah pendanaan, karena untuk pembuatannya saat ini dibutuhkan dana Rp 100 miliar. ''Pemkot telah menawarkan bentuk kompensasi kepada investor dari pembangunan jalan lingkar yang akan dibicarakan terlebih dulu. Namun jika memang Pemkot harus mencicil pengembalian modalnya, paling tidak mampu membayar Rp 5 miliar/tahun,'' urai John. Dia berharap pada 2006, untuk tahap awal jalan lingkar tersebut bisa dimulai dibangun beberapa kilometer terlebih dulu dari arah Selatan dengan menggunakan dana APBD. Sebab, hingga kini pembebasan tanah telah mencapai 50%, yang dilakukan secara bertahap dengan dana APBD pula. (Surya Yuli P-51s) |