| Sabtu, 06 Agustus 2005 | SEMARANG |
Tak Lolos SPMB Masih Bisa Masuk PTNSEMARANG - Calon mahasiswa baru yang tidak lolos dalam ujian tulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2005 masih memiliki kesempatan kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui jalur non-SPMB. Pembantu Rektor Undip Bidang Akademik, Prof Sudharto P Hadi MES PhD menjelaskan, pihaknya masih menerima pendaftaran mahasiswa baru program S1 ekstensi untuk sejumlah program studi. Antara lain, program studi di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat , Fakultas Teknik , FISIP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , serta FMIPA. ''Semua program studi yang ditawarkan merupakan program ekstensi. Pendaftaran terakhir program-program tersebut bisa dilihat di fakultas masing-masing. Terakhir ada yang besok (hari ini bertepatan dengan pengumuman SPMB-Red), ada pula yang masih beberapa hari ke depan,'' kata Sudharto, kemarin. Seperti diberitakan Suara Merdeka, pagi ini hasil ujian tulis SPMB versi cetak diumumkan kepada masyarakat. Dari jumlah pendaftar yang masuk melalui penitia lokal Semarang, sejumlah 15.008 orang dipastikan sebagian besar tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) seperti Undip dan Unnes melalui jalur SPMB. Sebab melalui jalur tersebut, Undip hanya menerima 3.138 orang dan 1.907 orang di Unnes. Kesempatan calon mahasiswa yang tak lolos SPMB untuk bisa kuliah di PTN juga terbuka di Unnes. Menurut Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons, calon mahasiswa masih dapat kuliah di kampus Sekaran Gunungpati itu melalui seleksi ujian masuk Unnes (UMU). Pendaftaran UMU bisa dilakukan di BAAK gedung Rektorat Unnes, Gunungpati yang berakhir pada 9 Agustus mendatang. Tak Salahi Program studi jenjang S1 dan D3 yang dibuka melalui jalur UMU, antara lain pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Jurusan yang ditawarkan meliputi jurusan kependidikan dan jurusan nonkependidikan. ''Mahasiswa yang masuk program itu statusnya sama dengan mahasiswa reguler. Kebijakan UMU di Unnes ditempuh agar daya tampung kursi yang tersedia di masing-masing program studi bisa terpenuhi. Sebab selama ini, seleksi lewat jalur SPMB dan SPMP (seleksi penerimaan mahasiswa potensi-Red) masih menyisakan sejumlah kursi,'' ujar Mungin. Menurut dia, Tahun Akademik 2005/2006 daya tampung yang disediakan Unnes melalui SPMB sebesar 1.907 kursi, namun yang lolos seleksi hanya 1.804 orang. Sementara melalui SPMP dari 2.303 orang daya tampung yang disediakan, mereka yang mendaftar ulang hanya 1.736 orang. Mungin berharap, sejumlah kursi yang kosong pada 43 program studi yang ditawarkan Unnes yang terdiri atas 30 program studi kelompok IPS dan 13 program studi kelompok IPA tersebut bisa ditutup melalui UMU. Ditambahkannya, kebijakan itu tidak menyalahi regulasi penerimaan mahasiswa baru PTN. Sebab, PT berhak untuk menyelenggarakan suatu perekrutan sendiri, sementara seleksi calon mahasiswa melalui SPMB merupakan kesepakatan bersama para rektor PTN di Indonesia. Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc berpendapat, program nonreguler PTN tidak merebut ''jatah'' pangsa pasar mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS). Sebab dalam kurun lima tahun terakhir ini, PTN juga mengalami penurunan jumlah pendaftar. Misalnya, 2004 pendaftar SPMB 333.716 orang. Padahal, satu tahun sebelumnya 352.601 orang atau turun 5,36%. Hal sama juga terjadi di SPMB 2005. Pendaftar 306.571 orang (turun 8,13%) .(H7,sjs-56d) |