logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Sakit Menahun, Kakek Gantung Diri

GAJAHMUNGKUR- Diduga tak tahan menanggung derita akibat bertahun-tahun mengidap beberapa penyakit, seorang kakek, Suparman (70) warga Jl Ngaglik Lama 70, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Jenazah Suparman yang pergi dari rumah sejak tiga hari lalu, ditemukan Jumat (5/8) petang, dalam posisi terkapar di bawah sebatang pohon flamboyan di tepi Jl Gunung Sawo.

Leher lelaki renta itu terjerat seutas tali tambang warna biru yang sudah putus. Tepat di atas tubuhnya, potongan tali tampak melilit di salah satu dahan. Diduga tali yang digunakan untuk gantung diri, tidak kuat menahan beban tubuhnya. Ia diperkirakan bunuh diri Kamis (4/8) malam. Namun, kejadian itu baru diketahui kemarin sekitar pukul 15.30. Saksi yang kali pertama melihat mayat korban adalah Sujarwati (40), pembersih taman di sepanjang tepi Jl Gunung Sawo.

Menurut saksi, sekitar pukul 07.00, ia sudah melihat tubuh lelaki itu tergeletak di bawah pohon yang berada di halaman sebuah rumah tua Jl Gunung Sawo Nomor 2. Dia kemudian memberitahu Susilo (50), penjaga rumah tua. Susilo dan Sujarwati mendekat untuk memeriksa. Ternyata, lelaki yang disangka sedang tidur itu sudah meninggal.

Anggota Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) dan Unit Crime Squad Polwiltabes yang mendatangi lokasi, awalnya tidak mengetahui identitas korban. Nama Suparman dapat diketahui setelah polisi melacak alamat Jl Ngaglik Lama 70 yang tertulis pada sebuah amplop yang ditemukan di saku celana korban. Di dalam amplop terdapat sebuah surat yang ditulis tangan oleh Suparman. Isinya, dia meminta maaf kepada keluarganya.

''Aku wis ora kuat maneh. Selama 21 hari ini saya terus menderita.''

Berdasarkan keterangan beberapa kerabat, Suparman mengidap sakit maag, gangguan mata (katarak), dan paru-paru. (G3-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA