| Sabtu, 06 Agustus 2005 | SEMARANG |
Meski Jatuh, Tak Patah ArangDUA pemain barongsay dari perkumpulan En An Kiong Malang, tak terlihat gugup sedikit pun saat menapak tiang besi setinggi 1 meter. Dengan iringan tetabuhan gambreng, simbal, dan tambur, mereka menari-nari dan melompat ke sana ke mari. Tak berapa lama, puluhan tonggak besi bermacam ukuran itu berhasil dijelajahinya. Namun sayang, dalam sebuah gerakan memutar, pemain kepala barongsay tiba-tiba tergelincir. Ia tak bisa menjaga keseimbangan. Tentu saja, rekan di belakangnya ikut juga terjerembab. Kontan saja, sekitar seratus penonton yang melihat pertunjukan mereka menjerit, menyayangkan kejadian tersebut. Namun, seakan tak menunjukkan mimik kesakitan, kedua pemain kembali naik ke tonggak besi. Mereka memainkan boneka barongsay warna keemasan itu, mengikuti tetabuhan yang ritmis. Seolah melupakan kejadian yang baru saja terjadi, keduanya bermain lebih gila. Mereka bahkan menunjukkan gerakan-gerakan sulit, seperti melompat tinggi, atau berdiri dengan tumpuan satu kaki. Meski sempat terjatuh, mereka tak mau menyerah kalah. En An Kiong tetap meneruskan permainan hingga akhir. Demikian suasana "Cheng Ho Liong Dance Championship 2005", yang diadakan Pengda Persatuan Seni dan Olahraga Barongsay Indonesia (Persobarin) Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Jumat (5/8). Pada hari pertama lomba kemarin, 12 perkumpulan barongsay unjuk kebolehan. Di antaranya, perkumpulan Sumber Mulia Surabaya, Red Dragon Bogor, Kwan Ting Samarinda, En An Kiong Malang, Setia Bhakti Surabaya, HBT Pekanbaru, Kwei Ing Kiong Madiun, Satya Dharma Kudus, Dua Mustika Rembang, Hok An Kiong Bengkalis, Budi Agung Pontianak, dan Tjeh Sin Kiong Banjarmasin. Mereka mencoba menunjukkan performa terbaik agar bisa maju ke babak final. Beberapa perkumpulan barongsay itu telah punya prestasi yang patut dibanggakan. Taruh misal, Satya Dharma dari Kudus, merupakan juara nasional tahun 2001 dan peringkat ke-9 kejuaraan dunia tahun 2002. Atau Himpunan Bersatu Teguh dari Padang yang pernah menembus peringkat tujuh dunia. Jumlah keseluruhan peserta "Cheng Ho Liong Dance Championship 2005" 24 perkumpulan. Mereka berasal dari 11 Pengda Persobarin di Indonesia. Lomba memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pariwisata Jateng dengan total hadiah Rp 50 juta. Kemarin adalah hari pertama lomba. Acara dibuka Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip bersama Wakilnya Mahfudz Ali. Menurut Ketua Pengda Persobarin Jawa Tengah Sudjoko HL, lomba mempertandingkan kelas tonggak berstandar internasional, mengacu pada sistem International Lions Dance Federation (ILDF). Juri bertaraf internasional pun dihadirkan, satu di antaranya Mr Xiauw dari Malaysia. Juara pertama nantinya akan dikirim di perlombaan Barongsay tingkat internasional. Agenda lomba hari ini masih babak penyisihan. Dua belas perkumpulan lain akan bertarung habis-habisan untuk meraih tiket ke final. (Fahmi ZM, Rukardi-37) |