| Sabtu, 06 Agustus 2005 | SEMARANG |
Fasilitas Terminal Kecewakan Awak BusSEMARANG- Upaya pengajuan dana perbaikan pelataran dan jalan Terminal Terboyo dalam APBD perubahan Tahun 2005, mendapat respons positif warga Terminal Terboyo. Mereka berharap, pengajuan dana tersebut benar-benar direalisasikan oleh jajaran eksekutif dan mendapat persetujuan Dewan. Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Unit Terminal Terboyo, Muh Taswar mengemukakan, rencana DPU Kota Semarang hendaknya benar-benar direalisasikan. Dia berharap perbaikan pelataran dapat diselesaikan sebelum Lebaran tiba. Kalangan perusahaan otobus, kata dia, sudah memenuhi kewajiban membayar retribusi di TPR terminal. Namun, kenyataannya ketersediaan fasilitas sebagai bagian dari pelayanan terminal dirasakan sangat kurang memuaskan. ''Banyak bus yang kelihatannya mewah dan mentereng, tetapi sebenarnya keropos pada bodi dan onderdilnya. Itu karena genangan rob. Buruknya fasilitas terminal membuat pengusaha bus kecewa,'' kata Muh Taswar di terminal itu, Jumat (5/8). ''Kondisi pelataran terminal sekarang ini sangat dikeluhkan awak perusahaan otobus (PO). Bila pelataran tergenang rob, banyak bus yang enggan masuk karena keropos terkena rob. Kami mohon Pemkot merealisasikannya, apalagi Sukawi juga telah berjanji untuk memperbaiki,'' tambahnya. Pernyataan itu merespons pernyataan Kasub Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin, yang akan melakukan perbaikan pelataran dan jalan di Terminal Terboyo, Kamis (4/8). Saat ini kebutuhan anggaran untuk keperluan tersebut sedang dihitung dan nantinya baru akan diusulkan dalam perubahan APBD 2005. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 miliar. Cepat Rusak Taswar berharap, perbaikan pelataran hendaknya menggunakan betonisasi. Baru setelah itu pelataran dilapisi hotmix. Bila hanya diuruk pasir dan batu sebagaimana rencana DPU, dikhawatirkan cepat rusak. Biaya perawatan dan pemeliharaan juga cukup besar. ''Namun, kami hanya mengusulkan. Kami sadar itu tergantung kemampuan Pemkot Semarang. Kalau bagusnya ya dibeton lalu di-hotmix. Kalau dibeton lalu dipaving, jelas biayanya sangat mahal,'' katanya. Secara terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Purno Sarjono sependapat terminal itu harus segera diperbaiki. Pemkot, menurutnya, bisa terlebih dulu melakukan perbaikan darurat dengan menggunakan dana operasional dan perawatan (OP). Sedangkan dana untuk perbaikan secara menyeluruh, termasuk pelataran parkir dan saluran bisa diajukan dalam RAPBD 2006. Hanya saja, untuk jumlah dana yang bakal disetujui Dewan, dia mengatakan akan mengkaji rencana anggaran biaya (RAB) yang diajukan Pemkot. Pihaknya menginginkan agar anggaran tersebut rasional dan benar-benar sesuai dengan skala prioritas. ''Akan dikaji bagian-bagian mana yang mendesak untuk diperbaiki terlebih dulu,'' kata dia. (G5,G6-37) |