logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

Pelestarian Segara Anakan Terancam

CILACAP- Proyek konservasi dan pembangunan kawasan laguna Segara Anakan terancam berhenti. Sebab, usulan dana Rp 124 miliar yang diajukan Badan Pengelola Kawasan Segara Anakan (BPKSA) Kabupaten Cilacap ke Bappenas belum cair.

Dana itu akan digunakan membiayai beberapa proyek di kawasan Segara Anakan. Proyek itu meliputi penyudetan, pengerukan laguna, konservasi, dan pelestarian hutan bakau. ''Usulan itu kami kirim ke Bappenas beberapa bulan lalu,'' kata Kepala BPKSA H Djumadi, kemarin.

Dia menyatakan jika Bappenas tak segera mencairkan dana itu, pelestarian Segara Anakan bakal terhambat. Sebab, semua proyek itu untuk menjaga dan melestarikan kawasan tersebut.

Dia mengemukakan Segara Anakan harus dilestarikan karena paling unik di pesisir Pantai Selatan. Di tengah-tengah laguna ada empat desa, yaitu Klaces, Ujunggagak, Ujungalang, dan Panikel. Bahkan sekarang kawasan itu sudah ditetapkan menjadi kecamatan, yaitu Kecamatan Kampunglaut.

Tempat Berpijak

Kawasan itu juga menjadi habitat satwa langka, terutama berbagai spesies burung dan buaya. Segara Anakan juga menjadi tempat berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting berpijah.

''Fungsi dan peranannya begitu besar, sehingga Segara Anakan harus dilestarikan. Karena itu kami berharap Bappenas segera mencairkan dana tersebut,'' katanya.

Saat ini, ujar dia, Kantor BPKSA di Segara Anakan diperbaiki dengan dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Adapun dana dari APBD Cilacap untuk membiayai operasional kantor.

''Semua proyek yang berkait langsung dengan konservasi dan pembangunan Segara Anakan harus dibiayai pemerintah pusat melalui Bappenas.'' (ag-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA