| Sabtu, 06 Agustus 2005 | BANYUMAS |
Diduga Anggota Jaringan Nasional
PURWOKERTO-Tim gabungan Markas Besar Polri, Bank Indonesia (BI) Pusat, dan Badan Intelijen Negara (BIN), kemarin, datang ke Polwil Banyumas. ''Mereka berkoordinasi dengan Polwil Banyumas untuk membongkar jaringan peredaran uang palsu. Tak tertutup kemungkinan tersangka termasuk anggota jaringan nasional peredaran uang palsu. Apalagi alat mereka cukup canggih,'' kata Kapolwil Banyumas Komisaris Besar Polisi Prasetyo melalui Kepala Subbagian Reserse Kriminal Komisaris Polisi Totok Dewanto, kemarin. Dugaan itu mengemukan, kata dia, karena tersangka Karso mengaku beberapa tahun lalu mendapat pesanan dari pengedar uang palsu di Jakarta. Namun dia tak memenuhi pesanan itu. Pemesan sudah ditangkap dan dijauthi hukuman. Tim gabungan melihat barang bukti uang palsu dan peralatan untuk membuat serta menginterogasi para tersangka. Empat tersangka kini ditahan Polwil Banyumas. Mereka adalah Budi Waluyo (30) warga Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Warsim (25) dan Roso (26) warga Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, serta Karso (40) warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan. Tiga tersangka pertama adalah pembuat uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000, sedangkan Karso pembuat uang palsu Brasil dan rupiah kuno. ''Staf BI menunjukkan beberapa lembar uang palsu kepada tersangka Budi. Tersangka mengakui membuat uang itu,'' katanya. Tersangka Budi Waluyo, kemarin, seusai diperiksa tim gabungan menuturkan membuat uang palsu sejak September 2004 di Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Sejak April 2005 dia pindah ke Desa Prigi. Dia mengakui telah delapan kali menjual uang palsu. Sekali transaksi dia menjual uang palsu Rp 100 juta meliputi pecahan Rp 50.000 atau Rp 100.000. Dia menjual Rp 100 juta uang palsu seharga Rp 50 juta uang asli. Namun dia pun tetap menerima jika pembeli hanya punya Rp 25 juta. Ada pula uang palsu yang dikembalikan. ''Saya memperoleh Rp 80 juta uang dari penjualan uang palsu. Pembeli dari berbagai kota,'' tuturnya. (G23-53) |