logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 SALA
Line

Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Dilantik

Pilkada Tonggak Sejarah Baru

BOYOLALI - Proses pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah melalui pilkada langsung merupakan tonggak sejarah bagi Kabupaten Boyolali dalam menyelenggarakan dan menegakan demokrasi yang sehat. Karena itu, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menyukseskan sekaligus mendorong kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dalam memimpin Boyolali untuk lima tahun ke depan.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam sambutannya melalui Wakil Gubernur Drs H Ali Mufiz pada acara pelantikan Bupati Boyolali Drs H Sri Moeljanto dan Wakil Bupati Drs Seno Samodro di ruang utama Gedung DPRD Boyolali, kemarin. Pelantikan yang berlangsung dalam rapat paripurna itu dipimpin oleh Ketua DPRD Saptoto didampingi wakilnya Bambang Sutoyo dan Adha Nurmujtahid SE.

Karena terbatasnya ruangan, pelantikan berlangsung di dua ruangan. Ruangan lantai atas (ruang utama-Red) untuk acara pelantikan, sedangkan lantai bawah untuk tamu undangan yang menyaksikan upacara pelantikan melalui layar monitor. Hadir dalam acara tersebut Muspida Jateng, Wakil Ketua DPRD Jateng H Moh Hasbi, para bupati/wali kota se-Wilayah Surakarta, Muspida Boyolali, kepala dinas/instansi, camat, dan tamu undangan lain. Tampak hadir mantan calon bupati (cabup) Ir Suhadi, mantan calon wakil bupati (cawabup) H Muhadjir SPd, serta mantan cabup KH Habib Masturi.

Proses Pembelajaran

Gubernur dalam kata sambutannya mengatakan, suksesnya pilkada langsung di Kabupaten Boyolali tentunya tidak sekadar menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam menghargai dan menghormati pendapat serta konsesus untuk menegakan demokrasi yang lebih baik, tetapi bagaimana menindaklanjuti hasil pilkada untuk perkembangan dan kemajuan Boyolali di masa mendatang yang lebih baik.

''Ini perlu saya tegaskan, karena Boyolali selain telah berhasil membangun di segala bidang, juga masih terdapat permasalahan dan tantangan yang membutuhkan kerja keras dalam memecahkan dan mengatasinya,'' kata Gubernur.

Menurut Gubernur, Boyolali memiliki tiga sektor unggulan yang dapat dijadikan sumber peningkatan PAD. Di antaranya, pertanian, perdagangan, dan jasa, bahkan produk unggulan. Misalnya, susu sapi, kerajinan tembaga, minyak kenanga, dan lainnya. Semua itu dapat didayagunakan secara optimal untuk kemajuan dan kesejahteraan Boyolali.(shj-36h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA