logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 SALA
Line

Polisi Sita Ratusan Liter Ciu

KLATEN - Aparat Polres Klaten menyita ratusan liter ciu dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar sepekan terakhir. Minuman tersebut ditempatkan dalam sembilan jerigen besar dan dua jerigen kecil.

''Kami menyita 145 liter ciu dari sebuah kios kelontong di Desa Dongkolan, Kecamatan Delanggu, 29 Juli lalu. Ciu tersebut disimpan di belakang rumah sehingga tak semua orang mengetahui ada ciu dijual di kios itu,'' ujar Kasat Samapta AKP Awali, Senin (1/8).

Ciu yang disita dari kios milik Agus Santosa (61), warga Dongkolan itu diketahui berkat informasi dari anggota masyarakat yang resah dengan penjualan minuman keras secara bebas. Keresahan masyarakat itu karena minuman keras dapat menjadi pemicu berbagai tindak kejahatan.

Ciu itu dijual dalam kemasan plastik dengan harga murah. Ciu juga sering digunakan sebagai bahan pengoplos dengan jenis minuman keras lain atau dengan soft drink. Jika telah dioplos dengan minuman lain, harganya menjadi lebih mahal.

''Begitu mendapat informasi dari masyarakat, kami segera menyelidiki. Ternyata benar kios itu menjual minuman keras sehingga kami segera menyita. Kini semua minuman keras telah berada di Mapolres Klaten,'' ujar Awali.

Dia mengemukakan, selain 145 liter ciu tersebut, dalam sebulan terakhir juga dapat disita 36 botol minuman keras berbagai merek dan 200 liter ciu dari berbagai kios di Klaten. Dengan demikian, total ada 345 liter ciu yang telah disita.

''Operasi pekat juga menjaring 12 pekerja seks komersial (PSK), 36 pengamen, dan sejumlah tersangka pejudi beserta barang buktinya berupa meja biliar, kartu remi, domino, ceki dan uang tunai Rp 104.000,'' papar Awali.

Meja biliar disita dari sebuah rumah di Desa Karangan, Kecamatan Karanganom pada 24 Juli lalu karena untuk perjudian. Dari tempat itu polisi menangkap dua tersangka, Sri Handoyo (37) dan Hidayat Prabowo (25), warga setempat.

Sayang, pemiliknya seorang warga Solo belum dapat ditangkap. Polisi juga telah menangkap lima tersangka pejudi kartu remi di Desa Karangduwet, Klaten Tengah.

Menurut keterangan Awali, operasi pekat sengaja digiatkan untuk menekan perjudian, pelacuran, dan pengonsumsian minuman keras. Tujuannya adalah agar suasana Klaten aman, apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2005.(F5-36j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA