| Selasa, 02 Agustus 2005 | SALA |
Setelah PHK Karyawan, PT La Dewindo Buka LowonganSOLO - PT La Dewindo di Jalan Jayawijaya 188 A, Clolo Kadipiro, Solo hingga kemarin belum juga beraktivitas normal. Tak terlihat adanya aksivitas berarti karena pihak manajemen pabrik garmen itu meliburkan diri selama sepekan terhitung mulai Senin (1/8) atau dua hari sejak perusahaan tersebut memutuskan hubungan kerja (PHK) para karyawannya yang terlibat aksi unjuk rasa. Meski secara resmi perusahaan kembali membuka kesempatan kerja bagi mantan karyawannya, hingga sore kemarin belum terlihat adanya antrean panjang para pendaftar. Pada hari pertama itu, mereka yang datang kebanyakan hanya sekadar melihat pengumuman dan syarat penerimaan. "Belum ada yang secara resmi memasukkan surat lamarannya. Kondisi ini tentu bisa dimaklumi karena Senin ini merupakan hari pertama pendaftaran," ujar Murgianto, salah seorang aparat Satpam PT La Dewindo, kemarin. Berdasarkan pengumuman yang ditempel di pintu utama perusahaan, pemilik pabrik hanya menghendaki yang mendaftar adalah para calon pekerja wanita. "Semua itu keinginan pemilik. Tujuannya jelas, untuk menghindari gejolak lagi karena pemilik merasa trauma dengan aksi demo lalu yang diduga digerakkan para pekerja pria," paparnya. Sementara itu, beberapa mantan pekerja PT La Dewindo terutama yang laki-laki pada umumnya bisa mengerti sikap pemilik perusahaan. Mereka datang ke pabrik hanya untuk mengurus haknya setelah terkena PHK serta berniat akan mencari pekerjaan di perusahaan lain. "Kecil Mas peluang saya balik lagi karena pemilik hanya menghendaki pekerja wanita. Yang diterima hanya cewek, bukan cowok. Biar saja, saya akan mencari kerja di tempat lain," tutur mantan karyawan pabrik itu yang wanti-wanti untuk tidak ditulis namanya. Libur Seminggu Secara terpisah, bos PT La Dewindo Roesiana Cahya Dewi (31) mengungkapkan, dirinya meliburkan pabriknya di Clolo, Kadipiro selama seminggu. "Pada masa libur itu akan saya manfaatkan untuk menata kembali perusahaan terutama segi menajemennya," ucapnya yang memiliki perusahaan sejenis di Palur, Jaten. Dia menekankan, dengan aksi demo karyawannya itu banyak order yang melayang. Karena itu, pihaknya berharap peristiwa semacam tidak lagi terulang. "Bukan saya saja yang dirugikan, para karyawan lain juga dirugikan. " Seperti diwartakan (Suara Merdeka, Minggu 31/7), buntut aksi demo yang digelar para karyawannya yang menuntut perbaikan kesejahteraan, pemilik PT La Dewindo Roesiana Cahya Dewi memecat semua karyawannya yang terlibat dalam aksi itu. Meski demikian, para mantan karyawan tersebut tetap mendapat kesempatan bergabung kembali dengan syarat mereka membuat lamaran baru. (nin,san-42j) |