| Selasa, 02 Agustus 2005 | NASIONAL |
Grobogan Terkendala Infrastruktur
GROBOGAN: Persoalan infrastruktur yang masih buruk mengemuka dalam dialog antara berbagai komponen masyarakat Grobogan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jateng, yang melakukan kunjungan kerja untuk menyerap aspirasi, Senin (1/8). Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Grobogan Yahma S mengungkapkan, jalan rusak menuju kebupaten menjadi kendala memasarkan potensi. ''Grobogan masuk peringkat ke-32 proinvestasi dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Berbagai promosi telah dilakukan, namun tampaknya masalah jalan rusak menjadi kendala,'' katanya dalam dialog yang dipandu Sekda Drs Sutomo HP, di Ruang Riptaloka Pemkab setempat. Dia menambahkan, kendala lainnya adalah air yang mahal. Padahal, Grobogan memiliki produk unggulan di bidang pertanian, ternak, dan bahan tambang. Kunjungan di kabupaten yang memiliki 19 kecamatan, 273 desa, dan 7 kelurahan, kemarin dilakukan oleh empat anggota DPD, yakni Ir H Budi Santoso, Drs Sudharto MA, KH Achmad Chalwani, dan Dra Hj Nafisah Sahal. Dalam kesempatan itu hadir juga anggota Komisi III sekaligus Badan Legislasi Nasional DPR RI, Bambang Sadono SH MH. Anggota DPD, Ir H Budi Santoso, menjelaskan, dirinya membawa serta anggota DPR untuk menyerap aspirasi. Sebab antara anggota DPD, DPRD Jateng, dan DPR asal Jateng, perlu bersama dalam penjaringan aspirasi di daerah. Sekadar catatan, pada 27 November 2004 telah ditandatangani Deklarasi Bhakti Praja oleh anggota DPD, DPRD Jateng, dan DPR RI asal Jateng, dalam sebuah acara silaturahmi di Ghradika Bhakti Praja. Isinya, antara lain, perlunya membangun komunikasi dalam sebuah forum untuk kesejahteraan, kebutuhan, dan masyarakat. Budi Santoso mengatakan, sempat menyampaikan persoalan infrastruktur yang memprihatinkan tersebut pada menteri. Menurutnya, ada potensi tambang yang besar di Grobogan. Sesuai dengan peta pertambangan, kabupaten berpenduduk 1.360.908 jiwa tersebut masuk dalam Blok Cepu yang kaya kandungan migas. Menyangkut strategi pemasaran, Budi Santoso menyarankan untuk mencontoh sukses Soropadan Agro Expo di Temanggung. ''Dalam pasar lelang beberapa waktu lalu, tercatat transaksi produk pertanian mencapai Rp 131 miliar lebih.'' Sebuah produk bisa laku untuk diekspor jika bisa mempertahankan kualitas. Karena itu, perlu dihilangkan adanya missing link antara petani dan kebutuhan pasar di luar negeri. Dalam kesempatan itu juga mengemuka persoalan pendidikan dan maraknya pornografi dan pornoaksi, serta pilkada. ''RUU pornoaksi dan pornografi masih memerlukan banyak masukan dari MUI, agar lebih matang dan lengkap,'' kata Nafisah. Ngidam Usai dialog, ada hal yang menggelitik dialami Budi Santoso. Saat keluar ruang pertemuan, Pemimpin Umum Suara Merdeka itu dicegat tiga perempuan staf Pemkab. Ternyata, dua di antara mereka sedang ngidam ingin bertemu dengan anggota DPD tersebut. Mereka bahkan masih menyimpan atribut Budi Santoso saat kampanye Pemilu 2004. Setelah bersalaman dan foto bersama, barulah keduanya merasa lega karena keinginan jabang bayi dalam kandungan terpenuhi. (G7,H3-29t) | ||||