| Selasa, 02 Agustus 2005 | NASIONAL |
PKS dan PAN Tolak Payung MAJ
SEMARANG - Dua fraksi di DPRD Jateng yakni Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) menolak pengadaan payung elektrik dalam pembangunan Masjid Agung Jateng (MAJ). Meski menolak pengadaan payung, kedua fraksi itu tetap mendukung penuh pembangunan masjid yang berada di Jalan Gajah Raya tersebut. Pendapat mereka akan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penetapan rancangan perubahan APBD 2005, Rabu (3/8). Ketua FPKS Abdullah Fikri Faqih mengakui ada dampak politis terkait sikap fraksinya setelah Gubernur Mardiyanto dan Wagub Ali Mufiz meminta dukungan pada para kiai Nahdlatul Ulama (NU) belum lama ini. Dia mengungkapkan, pembahasan pandangan akhir FPKS berjalan alot dan butuh waktu berjam-jam, terutama menyangkut pembangunan MAJ. Menurutnya, persoalan pembangunan masjid memang cukup pelik. PKS tidak mau terjebak dalam benturan dengan sesama umat Islam. Apalagi setelah Gubernur dan Wagub meminta dukungan kepada para kiai NU dalam silaturahmi yang digelar di Kantor PWNU Jateng. ''Silaturahmi itu memiliki dampak politis bagi kami,'' katanya, Senin (1/8). Menolak Wakil Ketua FPKS Muhammad Haris SS mengatakan, sesuai hasil rapat fraksinya menolak pengadaan payung eletrik dengan beberapa alasan. Sejumlah alasan tersebut yakni barang itu bukan bagian inti bangunan tapi hanya aksesoris, tidak etis di saat rakyat dalam kondisi krisis, dan 74 titik kerusakan di MAJ sampai saat ini belum terselesaikan secara tuntas. Selain itu, anggaran murni Rp 9,1 miliar belum dimanfaatkan tapi sudah minta tambahan lagi Rp 1,9 miliar, serta secara umum RAB MAJ tidak memiliki pagu anggaran yang jelas sampai berapa kebutuhannya dan kapan selesai. ''Untuk masjid kami setuju. Yang tidak setuju payung elektriknya dengan anggaran mencapai Rp 11 miliar,'' tandasnya. Dia menekankan, penolakan fraksinya samata-mata dengan pertimbangan efisiensi dan tidak ada motif lain. Karena itu, pihaknya berharap penolakan terhadap pengadaan payung itu tetap dalam konteks kebersamaan umat dan masyarakat Jateng. Ketua FPAN Agna Susila mengemukakan, fraksinya sempat diisukan tidak mendukung sama sekali pembangunan MAJ. ''Ada yang menggiring isu ke arah itu,'' kata dia. Namun, lanjutnya, ada hal yang perlu dicatat yakni sikap kritis fraksinya selama ini bukan berarti PAN tak menyetujui pembangunan masjid itu. ''Akan tetapi marilah berhemat untuk kepentingan rakyat yang lebih urgen,'' katanya di ruang FPAN. Fraksinya tetap mendukung pembangunan MAJ, namun juga meminta agar dugaan penyimpangan di lapangan tetap dikritisi. (G7,G17-46v) |