| Selasa, 02 Agustus 2005 | NASIONAL |
Artis-artis yang Terjebak Narkoba (1)Banyak yang Nekat tapi Ada Juga yang Insaf
TERJARINGNYA sejumlah artis ternama di sebuah diskotek beberapa waktu lalu, seolah mengingatkan kembali betapa rawannya dunia artis terkait dengan narkoba. Artis dan narkoba, pada masanya seolah menjadi dua dunia yang sulit terpisahkan. Bukan hanya dengan alasan mendongkrak kreativitas, tetapi juga saat mereka berada di tengah suasana pesta. Meski saat ini sudah ada artis yang bersih dari narkoba dan kemudian mendedikasikan hidupnya untuk gerakan antinarkoba, toh mereka yang terjerat masalah ini sekarang masih banyak juga. Sebenarnya bila ditelusuri, bukan hanya artis yang masih tergolong berusia muda saja yang gemar mengonsumsi narkoba. Bahkan sejumlah artis senior pun tak segan menggunakan obat-obatan di saat-saat tertentu. Pesta di kalangan atas yang digelar di sebuah diskotek yang disewa khusus, biasanya nyaris selalu disertai narkoba. Di antara mereka terdapat sejumlah artis senior yang dengan suka cita menenggak ekstasi untuk menyemarakkan suasana pesta. Di sebuah diskotek terkemuka di kawasan Kota Jakarta Barat, sudah biasa ruangan diskotek berkapasitas antara 60-100 orang disewakan bagi peminat. Di diskotek itu memang disediakan ruangan-ruangan berkapasitas kecil yang khusus disewakan untuk pribadi-pribadi yang membutuhkan. Orang-orang berduit di Jakarta sangat suka menggelar pesta pribadi di ruang-ruang diskotek semacam ini. Di pintu masuk secawan penuh ekstasi sudah disiapkan bagi tamu undangan yang hadir. Setiap orang bebas mengambil berapa butir pun yang mereka inginkan. Di antara sejumlah tamu undangan yang hadir, bisa dipastikan selalu saja ada artis yang menikmati malam itu di antara tamu undangan yang lain. Jangan salah, mereka datang dengan undangan yang dikirim cukup lewat SMS. Ratu Ekstasi Kalau ditelusur ke belakang, sudah cukup banyak artis yang terpaksa berurusan dengan polisi gara-gara masalah narkoba ini. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah si Ratu Ekstasi, Zarima. Ia justru mulai naik daun setelah buron hingga ke Amerika Serikat karena kedapatan memiliki ratusan butir pil ekstasi. Zarima dua kali harus berurusan dengan polisi. Meski yang kedua ia mengaku telah menjadi korban seorang oknum polisi yang ingin naik pangkat. Tetapi ia kemudian justru menjadi selebritis setelah keluar dari penjara. Namanya disejajarkan dengan artis-artis lain, meski sebelum tertangkap polisi karena kasus narkoba, namanya sebagai artis nyaris tak terdengar. Masih ada sederet nama lain yang harus masuk penjara karena masalah ini. Di antaranya adalah Doyok dan Polo yang bahkan sudah dua kali masuk penjara. Ibra Azhari pun kini masih berada di rumah tahanan dan menjalani masa hukumannya yang 15 tahun, karena terbukti menjadi pengedar selain menggunakan narkoba. Derry Drajat adalah pelawak lain yang namanya sempat terpuruk karena pil setan itu. Ada lagi Avi 'Naif' yang bahkan sempat jatuh sakit ketika masih dalam proses pengadilan. Nama Yohan Tanamal, putri pasangan Enteng Tanamal dan almarhumah Tanti Yosepha tiba-tiba kembali muncul karena tersangkut masalah narkoba. Ia mengaku tak sanggup menjalani hidup yang dirasakannya sangat berat sepeninggal sang mama. Secara psikologis Yohan memang mulai tergoncang setelah perpisahan kedua orang tuanya. Apalagi Tanti kemudian hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Sepeninggal Tanti, Yohan seperti anak ayam kehilangan induk. Apalagi ia memang tidak dekat dengan sang ayah. Sejak itulah ia memilih narkoba sebagai pelampiasan duka hidupnya. Maya, mantan istri Ari Sigit, termasuk keluarga Cendana yang kesenggol kasus ini. Di masa Presiden Soeharto berkuasa, Maya biasa keluar masuk diskotek bersama teman-temannya. Meminta pemilik diskotek untuk menolak tamu-tamu lain dan membiarkan ia bersama teman-temannya menikmati suasana malam, tentu saja disertai pesta narkoba. Sampai suatu ketika ia pun ternyata harus berurusan dengan polisi karena masalah ini. Bahkan ketika masih di penjara, ia harus kehilangan suami yang berpaling ke wanita lain. Anak-anak pun tak lagi bisa ditimang dan disayangnya. Yang mengejutkan adalah kasus yang menimpa penyanyi era 1980-an, Ade Manuhutu. Lama tak terdengar kabarnya, Ade memang lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk memberikan ceramah keagamaan sebagai seorang pendeta. Tetapi ia kemudian ditemukan membawakan tas berisi narkoba. Meski ia mengaku tas itu bukan miliknya dan hanya dititipi seorang teman, ia tak bisa mungkir dari rumah tahanan. Di kalangan olahragawan, yang terbaru adalah kasus Ellyas Pical. Mantan juara dunia tinju ini pun ternyata tak bisa lepas dari jeratan narkoba. Ia bukan pemakai, tetapi dituduh sebagai pengedar. Razia yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya tempo hari dan menemukan urine Ria Irawan positif mengandung zat psikotropika golongan 2 memang tidak terlalu mengejutkan. Di masa lalu, Ria Irawan memang sempat menggunakan obat-obatan terlarang. Namun menurut Pretty Asmara, sahabat Ria yang juga terkena razia malam itu, Ria sudah lama meninggalkan barang terlarang itu. Ia disebutnya sudah bersih. ''Saya tahu Ria sangat mencintai ibunya dan pasti akan melakukan hal-hal yang tidak akan menyakiti hati ibunya. Saya yakin banget soal itu. Karena itu saya percaya kalau Ria membantah menggunakan narkoba malam itu. Soalnya saya memang tidak pernah melihat Ria memakai narkoba,'' kata Pretty. Menurut Ria, ia memang baru saja minum obat batuk dan sekarang tengah melakukan diet ketat dengan meminum obat diet. Obat batuk maupun pil pelangsing memang mengandung zat Amphetamine golongan 2, 3, atau 4. Amphetamine golongan ini memang tidak dilarang digunakan. Akan tetapi, amphetamine golongan 1 lah yang dilarang dipergunakan.(tresnawati-14v) | ||||