logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 MURIA
Line

Diduga akibat Obat Nyamuk, Rumah Terbakar

REMBANG - Rumah milik Komsiah (55) di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Senin pagi kemarin terbakar. Kabakaran itu diduga akibat obat nyamuk. Saat itu, pemilik rumah sedang berbelanja ke pasar. Kerugian ditaksir Rp 20 juta.

Orang pertama yang melihat kebakaran tersebut Sri Lastini (50), tetangga dekat Komsiah. Ketika sedang memasak, saksi terkejut karena melihat api membakar sebagian dinding rumah Komsiah.

Karena panik, Sri Lastini berteriak keras minta tolong. Teriakan itu didengar Eko Wardoyo, anggota Polsek Lasem yang pagi itu sedang mengatur arus lalu lintas di jalan raya depan SMP Negeri 1 Lasem.

''Saya lari menuju ke rumah Bu Sri Lastini. Saya pikir, saat itu sedang terjadi penganiayaan,'' ujar Eko.

Namun sesampai di lokasi, Eko kecele lantaran yang terjadi adalah sebuah rumah yang terbakar.

Dia segera bertindak dengan meminta bantuan warga dan menghubungi petugas pemadam kebakaran di Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Rembang.

Sebelum api membesar, ada warga yang memberanikan diri masuk ke rumah yang terbakar. Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan masih ada orang di dalam rumah tersebut.

Ternyata benar, anak Komsiah bernama Mulyono masih tidur lelap karena habis begadang hingga larut malam.

Oleh warga, lelaki itu segera dibangunkan dan diseret keluar rumah sehingga tak mengalami luka apa pun.

Sementara itu, warga lainnya berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air.

Tak lama kemudian dua mobil pemadam kebakaran milik Pemkab datang. Dari situ api bisa ditaklukkan sehingga tidak sampai menjalar ke rumah lain. Namun, rumah milik Komsiah sudah telanjur habis dilalap jago merah.

Telepon 113 Mati

Beberapa warga mempersoalkan nomor telepon 113 yang dikenal sebagai nomor pemadam kebakaran. Saat itu, warga ada yang meminta bantuan ke petugas pemadam namun ketika nomor itu dihubungi terdengar nada sambung tetapi tidak ada yang mengangkat.

Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Ir Abdul Nasir mengemukakan, dahulu ketika kantornya masih di utara (belakang DPU) nomor telepon 113 masih bisa difungsikan. Akan tetapi setelah pindah ke selatan (dekat kantor kecamatan), nomor telepon itu tidak berfungsi.

Penyebabnya, ujar Nasir, PT Telkom belum bisa memindah fasilitas telepon itu karena tidak ada jaringan.

''Jika ada warga yang membutuhkan bantuan mobil pemadam kebakaran, tolong hubungi (0295) 692919 atau menggunakan saluran frekuensi HT milik Gora,'' pintanya.

Camat Lasem Drs Latoiful Minan menyatakan belum mengetahui penyebab terjadinya peristiwa kebakaran.

''Menurut keterangan warga, sumber api dari obat nyamuk bakar yang diletakkan di atas potongan kertas,'' katanya sambil menyebutkan, taksiran kerugian Rp 20 juta. (jl-54j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA