logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 SEMARANG
Line

Uskup Agung Semarang Berkati Gereja St Ignatius de Loyola

GENUK - Uskup Agung Semarang Ignatius Suharyo, Minggu (31/7) petang memberkati Gereja St Ignatius de Loyola di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk. Gereja megah itu akhirnya bisa dibangun setelah beberapa kali harus pindah lokasi. Prosesi pemberkatan tersebut diawali dengan pengetukan pintu oleh Uskup Agung.

Setelah dibuka, maka para pengiringnya mendahului masuk. Di dalam gereja itu sudah dipenuhi oleh sekitar 1.500 umat Katolik. Saat Uskup mulai melangkahkan kaki memasuki gereja itu, ribuan umat katolik yang sudah ada di dalamnya pun serentak berdiri. Mereka kembali duduk, setelah Uskup sampai ke altar.

Dalam prosesi tersebut, Uskup Agung beserta beberapa pembantunya memercikkan air suci pada bangunan gereja dan para hadirin.

Uskup juga melakukan hal serupa pada patung Santo Ignatius de Loyola yang didirikan di depan gereja itu. ''Ignatius de Loyola merupakan santo yang menjaga gereja ini,'' ujar Ir Ignatius O Nelwan Hendarto, seorang anggota panitia.

Dia menjelaskan, Ignatius de Loyola adalah seorang santo yang memiliki keunggulan dalam bidang kontempelasi. Dengan kemampuan tersebut, orang bisa benar-benar merasa dekat dengan Tuhan. ''Ignatius de Loyola kemudian mendirikan serikat Jesuit,'' kata dia.

Lebih lanjut Nelwan menjelaskan, gereja tersebut-jika dilihat dari atas berbentuk setengah segi delapan-menelan dana lebih dari Rp 5 miliar dan merupakan bantuan dari umat Katolik.

Lahan yang digunakan untuk tempat ibadah tersebut lebih kurang 9.000 meter persegi, dan luas gereja itu sekitar 4.000 meter persegi.

Gedung sebesar itu mampu menampung sekitar 1.500 umat. Namun pada pemberkatan, umat yang datang ke tempat itu lebih dari 2.000. Sebagian duduk di samping dan di depan bangunan utama.

Ketua umum panitia Drs J Prawoto mengatakan, pembangunan gereja tersebut berhasil dilakukan setelah menghadapi berbagai hambatan, termasuk dari golongan tertentu yang menolak.

Akhirnya setelah melalui berbagai upaya, termasuk pendekatan pada para tokoh masyarakat, gereja itu dibangun di sebuah kawasan industri di Banjardowo.

Uskup Agung Ignatius Suharyo, dalam sambutannya mengatakan tahun 1994, panitia sudah mendata umat Katolik di Jl Kaligawe hingga Sayung Demak. Setelah itu, pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama. Namun, untuk sementara waktu harus dihentikan. Akhirnya pada 17 Januari 2002, panitia mendapat keputusan proses pembangunan bisa diteruskan.(G6-60d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA