| Selasa, 02 Agustus 2005 | KEDU & DIY |
''Tidak Benar Mobil Kuno Boros''YOGYAKARTA - Ketika pemerintah sedang menggalakkan hemat energi, para penggemar mobil kuno atau mobil antik kena getahnya. Pasalnya, mobil kuno dianggap boros bahan bakar minyak (BBM), sehingga ada upaya untuk melenyapkan keberadaan mobil kuno atau mobil antik yang ada di Indonesia. Padahal kalau ada pendapat yang mengatakan mobil kuno boros BBM, tidak sepenuhnya benar. Sebab, masalah boros bahan bakar bisa ditangani oleh para mekanik yang sekarang ini bisa menangani masalah itu dengan mudah. ''Kami kurang setuju bila mobil kuno dikatakan boros bahan bakar, karena masalah itu bisa ditangani para mekanik,'' kata Drs H Nadjib M Saleh, penasihat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengda DIY di depan pengurus baru Persatuan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Yogyakarta di Yogyakarta, Minggu (31/7) malam lalu. Ketua PPMKI Yogyakarta yang baru Teguh Santoso bersama pengurus serta para penggemar mobil kuno, akhir-akhir ini khawatir dan resah dengan kebijakan pemerintah mengenai hemat energi. Sebab beredar isu bahwa pemerintah akan segera melarang mobil-mobil kuno beroperasi, bahkan pelan-pelan akan melenyapkan keberadaan mobil kuno tersebut. Keberatan Drs Roy Suryo yang juga salah satu penggemar mobil kuno mengaku resah dan keberatan apabila mobil kuno dituding boros BBM. ''Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Nadjib, masalah boros dan tidak itu bisa kita tangani. Apalagi sekarang ini, kita memiliki mekanik-mekanik handal,'' jelas Roy Surya yang dirumahnya memiliki koleksi mobil-mobil kuno jenis Mercy.(sgt-39d) |