| Selasa, 02 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
Berita Flu Babi DilarangBEIJING - Korban serangan penyakit akibat bakteri babi di China terus bertambah. Hingga Senin kemarin, 17 orang lagi terinfeksi serangan penyakit ganas ini. Pemerintah China bertekad akan menghukum aparat pemerintahan yang memalsukan atau menunda laporan perihal wabah flu babi ini. Sebanyak 198 orang telah positif terinfeksi bakteri ini. Sementara itu, pemerintahan Hong Kong memberlakukan tindakan keras untuk menangkal penularan penyakit ini. Di Provinsi Sichuan dilaporkan terjadi 17 kasus baru infeksi bakteri Streptococcus suis, dan dua orang lagi tewas. Penyakit ini telah menyerang 108 penduduk desa dan kota-kota di wuilayah itu. Beijing tetap bersikeras bahwa wabah penyakit ini sudah bisa dikendalikan. Dua tahun lalu, negara ini mendapat sorotan dan kecaman karena menutup-nutupi mewabahnya penyakit SARS yang juga mematikan. Edisi online kantor berita Xinhua memberitakan, kasus penyakit itu pertama kali dilaporkan Juni lalu. Menurut laporan Xinhua, angka infeksi dan kematian akibat penyakit sudah mulai menurun. Di China, pemberitaan media tentang wabah ini sangat dibatasi. Para wartawan China mengatakan, mereka tidak bisa lagi mendatangi daerah-daerah yang terkena penyakit. Pengelola media massa juga diminta untuk memberitakan laporan-laporan berdasarkan sumber dari Xinhua.(rtr-gn-25) |