| Selasa, 02 Agustus 2005 | INTERNASIONAL |
Iran Bongkar Segel Reaktor NuklirTEHERAN - Perselisihan nuklir antara Iran dan Uni Eropa makin meruncing. Iran Senin kemarin memberitahu Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) bahwa pihaknya akan membongkar segel-segel pada peralatan reaktor nuklir konversi uranium di Isfahan untuk bisa melanjutkan proses bahan bakar uranium. "Iran baru saja mengirim surat kepada IAEA. Iran akan mencopot segel-segel itu hari ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Agung Ali Aghamohammadi. "Tim inspeksi IAEA sedang berada di Isfahan. Seluruh aktivitas di Isfahan akan dilanjutkan. Menanggapi langkah Iran, UE Senin kemarin kembali mendesak negara itu untuk tetap menangguhkan proses aktivitas nuklir. Juru bicara eksekutif UE mengatakan, "Komisi Eropa sangat berharap ada solusi yang dirundingkan. Kami juga berarah tidak dilakukan langkah-langkah yang bisa membahayakan solusi itu." Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak Iran untuk tidak mengambil langkah sepihak yang bisa membahayakan perundingan dengan tiga negara Uni Eropa, atau trio Inggris, Jerman dan Prancis. Komentar ini disampaikan setelah seorang pejabat tinggi Iran menetapkan batas waktu Minggu lalu bagi UE untuk menyerahkan usulan-usulan insentif ekonomi yang akan diterima Iran kalau menghentikan program nuklirnya. Inggris yang saat ini tengah menjadi Presiden Uni Eropa mengatakan, mereka minta waktu seminggu. Ini sesuai dengan keputusan-keputusan pertemuan Jenewa bulan Mei antara Iran dan tiga negara Eropa, begitu juga pertemuan dengan kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Javier Solana. demikian dikemukakan juru bicara Kemlu Inggris. Banyak pihak menilai, ancaman ini akan meningkatkan ketegangan yang membahayakan. Amerika yakin Iran mencoba membangun bom nuklir, sementara Iran bersikukuh bahwa program nuklir ini hanya untuk kepentingan sipil. Iran menghentikan semua program pengayaan uranium pada bulan November 2004 akibat tekanan internasional. Meski demikian, Iran tetapi bersikeras bahwa penghentian kegiatan itu hanya sementara sifatnya dan akan segera menghidupkan kembali semua kegiatan nuklirnya, apa pun usulan UE. Negara-negara Eropa sudah mengancam akan membawa Iran ke Dewan Keamanan PBB untuk mungkin dikenai sanksi jika Iran kembali menghidupkan kegiatan nuklirnya. Pengawasan Reaksi Inggris keluar setelah Iran menyatakan akan menghidupkan kembali program nuklirnya di reaktornya di Isfahan jika pihak Eropa tidak menyerahkan proposal mereka. "Jika kami tidak menerima proposal UE, kami akan memulai sebagian kegiatan kami di fasilitas pengayaan uranium di Isfahan," kata Ali Aghamohammadi, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Agung kepada televisi pemerintah. "Aktivitas ini akan berada di bawah pengawasan para pemeriksa PBB," katanya. Juru bicara Deplu Inggris mengatakan, langkah Iran itu sebetulnya tidak perlu karena dikhawatirkan akan merusak proses perundingan. "Kami mencari penjelasan dari tujuan Iran ini. Kami mendesak mereka untuk tidak mengambil langkah sepihak yang akan melanggar kesepakatan Paris karena langkah itu akan membuat semua pihak sulit melanjutkan perundingan dengan Iran." "Kalau Iran tetap bersikeras, kami pertama-tama akan mengambil langkah berkonsultasi segera dengan para rekan kami di dalam dewan IAEA, Badan Energi Atom Internasional." (rtr-gn-25) |